Dugaan Keracunan MBG, Satu Balita Dilaporkan Meninggal

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 27 April 2026 | 20:26 WIB
Menyoroti dugaan kasus balita 2 tahun yang meninggal dunia usai sempat menjadi korban keracunan MBG di Leles, Cianjur. (Dok. Instagram.com/@feedgramindo)
Menyoroti dugaan kasus balita 2 tahun yang meninggal dunia usai sempat menjadi korban keracunan MBG di Leles, Cianjur. (Dok. Instagram.com/@feedgramindo)

PONTIANAKGLOBE.COM, CIANJUR -- Kabar meninggalnya balita berusia dua tahun di Cianjur, Jawa Barat memicu perhatian luas publik, terutama karena dikaitkan dengan dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Balita berinisial MAB (2) tersebut sebelumnya termasuk dalam kelompok korban dugaan keracunan yang melibatkan 134 anak di Kecamatan Leles pada 14 April 2026. Informasi ini viral setelah diunggah di Instagram @feedgramindo pada Minggu (26/4/2026). 

Baca Juga: Pelantikan Pemuda Dayak Landak Hadirkan Tokoh Nasional di Landak

Namun, pihak Dinas Kesehatan setempat menegaskan bahwa penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan. Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar satu pekan.

Sebelum meninggal dunia, MAB sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Leles. Karena kondisinya terus memburuk, balita tersebut dirujuk ke RSUD Pagelaran pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Direktur RSUD Pagelaran, Irvan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa pasien tiba di unit gawat darurat dalam kondisi kritis.

“Pasien balita ini merupakan rujukan dari Puskesmas Leles. Tiba di IGD langsung mendapatkan penanganan karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, dan tangan serta kaki bengkak,” jelasnya.

Meski telah mendapatkan penanganan intensif, nyawa korban tidak tertolong setelah sekitar 12 jam perawatan.

“Hanya sekitar 12 jam dari pertama tiba di IGD, pasien meninggal dunia,” ungkap Irvan.

Baca Juga: Dari Gotong Royong untuk Tumbuh dalam Kebersamaan, Kompelks FebyLand Desa Mekar Baru

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, penyebab kematian diduga akibat syok septik yang berkaitan dengan komplikasi gangguan pencernaan.

“Diagnosisnya syok septik. Karena, sejak awal penanganan pasien juga ada riwayat diare,” tandasnya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah kematian tersebut berkaitan langsung dengan kasus dugaan keracunan MBG yang sebelumnya terjadi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X