Telat Lagi? SMAN 7 di Sigi Tolak Pembagian MBG

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 27 April 2026 | 20:35 WIB
Menyoroti kasus keterlambatan mobil MBG ke SMA Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah hingga ditolak pihak sekolah. (Dok. Instagram.com/@feedgramindo)
Menyoroti kasus keterlambatan mobil MBG ke SMA Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah hingga ditolak pihak sekolah. (Dok. Instagram.com/@feedgramindo)

PONTIANAKGLOBE.COM, SIGI -- Video teguran guru terhadap sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah viral di media sosial dan memicu sorotan publik.

Peristiwa tersebut terjadi di SMAN 7 Sigi dan ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @feedgramindo pada Minggu (26/4/2026). 

Baca Juga: Penembakan di Gedung Putih, Dunia Soroti Keamanan AS

Dalam video yang beredar, terlihat seorang guru menegur sopir mobil MBG karena diduga datang terlambat, bahkan saat para siswa sudah pulang sekolah. Sopir tersebut juga tampak santai merokok saat mendapat teguran.

"Sering terlambat, guru di Sigi tolak MBG yang diantar sore," tulis unggahan tersebut.

Insiden diketahui terjadi pada Jumat, 24 April 2026, menjelang waktu kepulangan siswa. Guru yang berada di lokasi menegaskan bahwa program MBG seharusnya diberikan saat jam makan siang, bukan ketika kegiatan belajar telah selesai.

"MBG ini kan untuk makan siang, bukan untuk makan sore, Pak," ujar guru tersebut.

Karena keterlambatan itu, pihak sekolah akhirnya menolak pembagian makanan pada hari tersebut. Guru menyebutkan, mobil MBG baru tiba sekitar pukul 15.22 WITA, saat seluruh siswa telah pulang.

"Siswa kita 500 orang lebih, sekarang sudah pada pulang. Jadi hari ini, kami menolak pembagian MBG," tegasnya.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG, Satu Balita Dilaporkan Meninggal

Selain keterlambatan pada hari kejadian, guru tersebut juga mengungkap bahwa kejadian serupa diduga bukan pertama kali terjadi. Sopir MBG disebut kerap datang tidak sesuai jadwal.

"Kalian terlambat, ini sudah pukul 15.22 (WITA). Jadi mohon maaf, kami tidak akan tanda tangan (pembagian MBG)," tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait insiden tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X