SMAN 1 Ciemas Tolak Guru Jadi Petugas MBG, Ini Alasannya

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 17 April 2026 | 12:12 WIB
Menyoroti viralnya surat permohonan yang diduga dilayangkan pihak SMAN 1 Ciemas ke SPPG Al-Mubarokah soal distribusi MBG di sekolah. (Dok. Instagram.com/@infopnsdanpppk)
Menyoroti viralnya surat permohonan yang diduga dilayangkan pihak SMAN 1 Ciemas ke SPPG Al-Mubarokah soal distribusi MBG di sekolah. (Dok. Instagram.com/@infopnsdanpppk)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUKABUMI -- Media sosial diramaikan dengan beredarnya surat permohonan yang diduga berasal dari SMAN 1 Ciemas terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Surat tersebut ditujukan kepada SPPG Al-Mubarokah dan berisi evaluasi terhadap distribusi MBG yang dinilai membebani para guru.

Baca Juga: 13 Jam Terombang-ambing! 3 Nelayan Diselamatkan Pemancing di Laut Banten

Dalam unggahan yang viral, pihak sekolah disebut meminta agar pelaksanaan teknis distribusi makanan tidak melibatkan tenaga pendidik.

"SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di sekolah," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Pihak sekolah menilai keterlibatan guru dalam pembagian MBG justru mengganggu tugas utama mereka dalam proses belajar mengajar.

Dalam surat bertajuk “Permohonan Pelaksanaan Teknis Distribusi MBG”, dijelaskan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, membimbing, dan mengevaluasi siswa.

Karena itu, kegiatan distribusi makanan dinilai tidak termasuk dalam tugas pokok dan fungsi tenaga pendidik.

Selain itu, sekolah menegaskan bahwa tanggung jawab distribusi MBG sepenuhnya berada di pihak SPPG sebagai pelaksana teknis.

"Pihak SPPG selaku pelaksana teknis bertanggung jawab penuh atas rantai pasok hingga ke titik akhir (siswa penerima manfaat)," demikian isi surat tersebut.

Sekolah juga menilai perannya seharusnya hanya sebatas menyediakan fasilitas atau akses, bukan sebagai pelaksana distribusi.

Di sisi lain, muncul pula polemik di masyarakat yang menuding guru mengambil jatah makanan siswa yang tidak hadir.

Baca Juga: Dugaan Sarang Narkoba Digeruduk, Warga Rokan Hilir Pilih Bertindak Sendiri

Pihak sekolah menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mencoreng nama baik profesi guru.

"Munculnya polemik dan tuduhan tidak berdasar dari masyarakat terkait transparansi jatah makanan siswa yang tidak hadir," tulisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB
X