PONTIANAKGLOBE.COM, BENGKULU -- Peristiwa tragis terjadi di Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu, setelah debit air sungai tiba-tiba meluap pada Senin sore (4/5/2026).
Insiden ini viral di media sosial setelah video memperlihatkan kepanikan para pelajar yang terseret arus deras. Dalam rekaman tersebut, terdengar teriakan memanggil nama teman, sementara satu orang terlihat berusaha bertahan dengan berpegangan pada batang pohon di tengah arus.
Baca Juga: 7 Hari Berlalu, Stasiun Kereta di Bekasi Timur Masih Dipenuhi Doa dan Duka
Peristiwa nahas itu menimpa pelajar dari SMA Negeri 1 Lebong yang tengah berlibur ke kawasan air terjun Kemaceak. Dari total 11 pelajar, delapan di antaranya sempat hanyut saat air bah datang secara tiba-tiba.
Kapolres Lebong, Agoeng Ramadhani menjelaskan bahwa kejadian bermula saat para pelajar mandi di sungai.
“Saat para pelajar itu mandi, tiba-tiba ada air bah dari atas, mereka terseret arus,” ujarnya.
Warga sekitar menyebut kondisi tersebut kerap terjadi, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu dan pegunungan. Aliran sungai yang dipenuhi batu besar juga memperkuat arus, sehingga meningkatkan risiko bagi siapa pun yang berada di dalamnya.
Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan langsung melakukan pencarian hingga malam hari. Seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Syaprul menyampaikan bahwa tiga pelajar dinyatakan meninggal dunia.
“Keseluruhan korban yang terjebak banjir Sungai Kemaceak Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya dengan inisial L, VR, dan FR dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Baca Juga: Dokter Magang Meninggal, Beban Kerja Jadi Sorotan
Sementara lima pelajar lainnya mengalami luka dan kelelahan, dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Lebong. Jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sungai pegunungan, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan potensi banjir bandang bisa terjadi sewaktu-waktu.***
Artikel Terkait
Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Sambas, Singkawang, dan Landak, Satu Anak Tenggelam
Remaja Pontianak Tenggelam di Riam Angan Landak, Awalnya Dikira Hanya Bercanda
Detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Kemenhub Sebut Alami Distress
Kebun Lenyap, Harapan Pendidikan Anak Ikut Tenggelam
Perahu Sound Horeg Tenggelam Saat Nyadran di Sidoarjo
Detik-Detik Kapal Feri di Sebulu Tenggelam, Truk dan Pikap Terendam