Detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Kemenhub Sebut Alami Distress

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 3 Juli 2025 | 18:10 WIB
Ilustrasi perairan di wilayah Selat Bali.  (Unsplash @Maximus Beaumont)
Ilustrasi perairan di wilayah Selat Bali. (Unsplash @Maximus Beaumont)

PONTIANAKGLOBE.COM, BALI -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Rabu malam, 2 Juli 2025.

Kapal tersebut diketahui membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta mengangkut 22 kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.

Baca Juga: Kalbar Alami Inflasi Sebesar 1,2 persen di Bulan Juni 2025, Ketapang Tertinggi 1,63 persen

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa kapal sempat mengalami kondisi distress atau bahaya pada pukul 23.20 WIB.

Sekitar 15 menit kemudian, tepatnya pukul 23.35 WIB, kapal dinyatakan tenggelam.

“Hasil laporan petugas di lapangan menyebut kapal mengalami distress pada pukul 23.20 WIB, lalu tenggelam sekitar pukul 23.35 WIB,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Kamis, 3 Juli 2025.

Hingga pukul 10.00 waktu setempat, sebanyak 31 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat penumpang ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

"Seluruh korban selamat saat ini berada di Gilimanuk dan telah mendapat penanganan medis serta pendataan," tambahnya.

Masyhud menyebut kondisi cuaca turut menjadi tantangan dalam proses evakuasi.

Gelombang laut dilaporkan mencapai 2 hingga 2,5 meter, disertai angin kencang dan arus yang kuat.

Sementara itu, proses pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung.

Data lengkap nama dan identitas para korban tengah diverifikasi oleh pihak berwenang.

Operasi SAR melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta instansi lain di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan setempat.

“Kami memastikan proses SAR terus berjalan dengan dukungan berbagai instansi dan armada laut. Pencarian korban yang belum ditemukan masih berlangsung,” tutup Masyhud. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X