Potongan Ojol Turun Jadi 8%, Benarkah Ini Kabar Baik?

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 3 Mei 2026 | 20:51 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad ungkap ada penurunan potongan biaya aplikator ojol. (Dok. YouTube/DPR RI)
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad ungkap ada penurunan potongan biaya aplikator ojol. (Dok. YouTube/DPR RI)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan adanya penyesuaian kebijakan terhadap perusahaan aplikator ojek online (ojol), termasuk penurunan potongan biaya bagi pengemudi.

Hal itu disampaikan dalam audiensi bersama perwakilan buruh di Kompleks DPR RI saat peringatan May Day 2026, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Adanya Pelecehan Seksual di KRL: Korban Sendiri Tangkap Pelaku

Dalam pertemuan tersebut, Dasco mengungkapkan bahwa pemerintah kini mulai terlibat dalam perusahaan aplikator, sehingga kebijakan yang diterapkan akan disesuaikan secara bertahap.

“Aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan tapi pasti, karena ini menyangkut sistem dan lain-lain,” ucap Dasco.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan diterapkan adalah penurunan potongan biaya aplikator. Jika sebelumnya berkisar antara 10 hingga 20 persen, kini ditargetkan turun menjadi 8 persen.

“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan,” lanjutnya.

Selain itu, isu perubahan status pengemudi ojol dari mitra menjadi pekerja tetap juga menjadi sorotan dalam audiensi tersebut. Perwakilan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mendorong pemerintah untuk menetapkan status kerja yang lebih jelas.

Mereka menilai sistem kemitraan selama ini cenderung merugikan karena kebijakan sepenuhnya ditentukan oleh pihak aplikator.

Menanggapi hal itu, Dasco menyebut bahwa pembahasan terkait status kerja masih dalam tahap simulasi dan kajian.

“Nah, tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan,” kata Dasco.

Baca Juga: May Day 2026: Buruh Apresiasi Prabowo dan Dasco, Tapi Soroti Upah!

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan melibatkan komunitas dan organisasi pengemudi ojol dalam proses pengambilan keputusan ke depan.

“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembug,” jelasnya.

Dasco juga menyinggung keterlibatan pemerintah melalui entitas investasi dalam perusahaan aplikator, yang disebut menjadi salah satu faktor perubahan kebijakan ke depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X