Dugaan Kelelahan, Driver Ojol Batam Meninggal Saat Narik

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 17 Februari 2026 | 09:55 WIB
Menyoroti insiden viral pengendara ojek online (ojol) meninggal dunia saat dirinya tengah bekerja. (Dok. Instagram.com/@pembasmii.kehaluan)
Menyoroti insiden viral pengendara ojek online (ojol) meninggal dunia saat dirinya tengah bekerja. (Dok. Instagram.com/@pembasmii.kehaluan)

PONTIANAKGLOBE.COM, RIAU -- Warganet di media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang pengemudi ojek online di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, saat masih berada di jalan dalam kondisi bekerja.

Informasi tersebut beredar melalui unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Selasa (17/2/2026). Dalam unggahan itu disebutkan seorang driver ojek online bernama Asep meninggal dunia saat masih berada di atas sepeda motornya di depan ruko Palm Spring.

"Sekitar pukul 23.30 WIB, Minggu, 15 Februari 2026, suasana mendadak berubah di depan ruko Palm Spring," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Baca Juga: MBG Sulit Masuk, Guru Ini Usul Bangun Jembatan Saja

Korban dilaporkan berada dalam posisi tertunduk di atas sepeda motor dan diduga sempat tertidur setelah kelelahan bekerja.

"Seorang pengemudi ojek online bernama Asep ditemukan tak lagi bernyawa," sambungnya.

Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa korban masih mengenakan jaket ojek online bertuliskan Gojek saat ditemukan.

"Jaket itu menjadi saksi bisu perjalanan panjangnya," ungkap postingan itu.

Menurut keterangan warga sekitar, korban awalnya dikira hanya beristirahat seperti biasa karena beberapa jam sebelumnya masih terlihat beraktivitas normal.

"Beberapa jam sebelumnya, ia masih terlihat beraktivitas normal, duduk di atas motornya tanpa menunjukkan tanda-tanda mencurigakan," tutur postingan itu.

"Namun ketika didekati, tubuhnya tak lagi merespons. Kesunyian malam pun berubah menjadi kepanikan," tambahnya.

Petugas kepolisian dari Polresta Barelang kemudian mendatangi lokasi kejadian. Tim Inafis melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.

Baca Juga: Banjir Grobogan Rendam 9 Kecamatan, Warga Sebut Air Hampir Capai Atap

Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga dugaan awal mengarah pada faktor kelelahan atau kondisi kesehatan tertentu. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim medis.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X