Infrastruktur Buruk, Guru Jadi Korban atau Pahlawan?

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 10 April 2026 | 19:43 WIB
Viral jalan rusak dan terjal yang dilewati sehari-hari untuk mengajar di SD Negeri 08 Nenan Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. (Dok. TikTok/revo_matic)
Viral jalan rusak dan terjal yang dilewati sehari-hari untuk mengajar di SD Negeri 08 Nenan Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. (Dok. TikTok/revo_matic)

PONTIANAKGLOBE.COM, LIMA PULUH KOTA -- Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan perjuangan seorang guru untuk mengajar di SD Negeri 08 Nenan Maek, Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Meski harus menghadapi medan berat, semangatnya untuk mendidik siswa tetap tak surut.

Guru tersebut, Silvatri Reza Vianda, membagikan perjalanannya melalui akun TikTok @revo_matic. Dalam video itu terlihat ia bersama rekannya harus mendorong motor saat melewati tanjakan curam yang dipenuhi batu besar. Bahkan, ia sempat terjatuh akibat kondisi jalan yang tidak rata.

Baca Juga: Baru Malam Pertama, Suami Ini Baru Tahu Pasangannya Perempuan

Medan yang dilalui berupa jalan tanah berbatu dengan permukaan ekstrem, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra. “Nenan ku, Nenan mu, dan Nenan kita,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Tantangan tak berhenti di situ. Saat hujan turun, jalur yang dilalui berubah menjadi aliran sungai dengan arus deras. Kondisi ini membuat perjalanan semakin berbahaya dan sulit dilalui.

“Derita Bu Guru kalau cuaca ekstrem,” tulisnya dalam video lain. Dalam rekaman tersebut, tampak beberapa warga membantu menyeberangkan motor dengan cara diangkat agar bisa melewati arus air.

Meski penuh risiko, semangat mengajar tetap menjadi motivasi utamanya. “Bagaimana pun juga, Bu Guru harus semangat meski terkadang motor harus diseberangkan. Ada senyum 114 siswa yang aku rindu setiap paginya,” ungkapnya.

Di kolom komentar, sebuah akun yang mengatasnamakan informasi daerah setempat menyebutkan rencana pembangunan jembatan untuk memperbaiki akses. Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota disebut akan merealisasikan pembangunan tersebut pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Tragis! Anak Bunuh dan Mutilasi Ibu Sendiri Gara-gara Judi Online

Harapan itu pun disambut positif oleh Silvatri. Ia berharap akses jalan yang lebih layak dapat segera terwujud demi memudahkan aktivitas masyarakat yang setiap hari melewati jalur tersebut.

Diketahui, jarak yang harus ditempuh menuju sekolah sekitar 13 kilometer dengan waktu perjalanan antara 45 hingga 60 menit setiap harinya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X