PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pontianak resmi memiliki nahkoda baru.
Aldy Rivai dan Bagoes Suhanda ditetapkan sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Kota Pontianak periode 2026–2029 dalam Konferensi Kota (Konferta) IX yang digelar, Sabtu, 4 April 2026.
Baca Juga: Patung Yusuf Arimatea Karya Anak Indonesia untuk Paus Leo XIV
Keduanya terpilih secara aklamasi, menandai kuatnya konsolidasi internal organisasi di tengah tantangan dunia jurnalistik yang kian kompleks.
Aldy–Bagoes menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Rendra Oxtora dan Hamdan.
Sebanyak 36 anggota berpartisipasi dalam forum tersebut, dengan 33 hadir langsung dan tiga lainnya mengikuti secara daring.
Konferta juga dihadiri Sekretaris Jenderal AJI, Bayu Wadhana, yang menekankan urgensi peningkatan kapasitas jurnalis.
“Disrupsi media tidak bisa dihindari. Anggota AJI harus adaptif, terus mengasah kompetensi, dan menjaga kualitas jurnalisme,” tegas Bayu.
Baca Juga: Kronologi Bus DAMRI Sintang–Pontianak Kecelakaan di Sanggau, Diduga Rem Blong, 1 Penumpang Tewas
Aldy Rivai menyatakan kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan organisasi serta peningkatan kualitas anggota.
Ia menargetkan AJI Pontianak mampu tetap relevan dan berdaya saing di tengah perubahan cepat industri media.
“Kami akan segera menyusun struktur kepengurusan dan memperkuat soliditas internal. Fokus kami jelas: kualitas jurnalisme dan kekuatan organisasi,” ujarnya.
Konferta IX menjadi momentum strategis bagi AJI Pontianak untuk melakukan regenerasi sekaligus merumuskan langkah konkret menghadapi era disrupsi digital.
Kegiatan ini digelar di Rumah Budaya, Kampung Caping, Kota Pontianak. ***
Artikel Terkait
AJI Pontianak dan Gemawan Latih 46 Milenial Menulis Konten Perlindungan Mangrove Untuk Media Sosial
AJI Jakarta dan LBH Pers Buka Posko Pengaduan THR Jurnalis dan Pekerja Media, Identitas Pelapor Terjamin
Trainer Cek Fakta AJI dan Dosen Komunikasi Fisipol UGM Latih Jurnalis Kalbar Mis-Dis Informasi Pemilu
AJI Jakarta Dukung Solidaritas Pekerja CNN Indonesia Perjuangkan Hak Karyawan
Krisis Kebebasan Pers, AJI Jember Respons Intimidasi terhadap Jurnalis di Mapolres
AJI Ungkap Nasib Buruk Jurnalis: Gaji Rendah, Kontrak Tak Jelas, Minim Jaminan