"Kalau bukan karena tinggalkan klinik, posisi nenekku sudah enggak kuat banget," katanya.
"Gong-nya lagi, saat nenekku diperiksa memang harus diuap, eh ternyata alat uapnya lagi habis. Sudahlah kita pergi," lanjutnya.
Setelah sempat meninggalkan lokasi, keluarga dipanggil kembali karena alat tersebut disebut sudah tersedia. Pasien kemudian mendapatkan penanganan dan kondisinya sempat membaik.
Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Keluarga juga mengeluhkan cara pemberian obat yang dinilai tidak layak karena tidak menggunakan kemasan plastik.
"Nah jelang magrib nenekku minum obat (yang dikasih di situ)," tuturnya.
"Saat dia ngasih obat, plastik obatnya lagi kosong jadi kita dikasih obat tanpa plastik yang biru itu, dan catatannya ditulis pada obatnya," imbuhnya.
Baca Juga: XLSMART For Business Hadirkan BIZ Ultra 5G+ dengan Kecepatan Hingga 500 Mbps
Setelah mengonsumsi obat tersebut, kondisi pasien kembali memburuk dengan gejala sesak napas yang kambuh.
"Nah balik lagi, setelah nenekku minum obat eh malah engap kambuh lagi, entah gara-gara obat atau apa," ujarnya.
Keluarga kemudian memutuskan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan lain yang dianggap lebih terpercaya.
"Sudah begitu langsung kita bawa ke (klinik) yang lebih yakin saja," tandasnya.***
Artikel Terkait
Skandal Klinik Kecantikan Ria Beauty, Ria Agustina Mengaku Dokter, Ternyata Lulusan Fakultas Ini...
Cek Kapan Kamu Ultah! Mulai 10 Februari! Pemerintah Beri Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas dan Klinik
Begini Hasil Negosiasi Kemenag, Klinik Kesehatan Haji Indonesia Kembali Diizinkan Beroperasi di Makkah
Hasil Negosiasi Kemenag: Klinik Kesehatan Haji Indonesia Kembali Diizinkan Beroperasi di Makkah
Pasien di Batang Diduga Jadi Korban Malpraktik, Selang 15 Cm Tertinggal Usai Operasi
Diduga Abaikan Pasien, Petugas Klinik Asyik Main Game