Dalam kondisi kesakitan, Andrie masih sempat mengambil motor dan tasnya sebelum meninggalkan pakaian yang rusak di lokasi kejadian.
Sementara itu, para pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya. Saat melarikan diri, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 23.38 WIB, Andrie kembali mengendarai motornya menuju rumah kontrakan di kawasan Menteng melalui jalan belakang.
Selanjutnya ia dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menggunakan sepeda motor dan tiba sekitar pukul 23.48 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Cemburu Buta, Pria di Batam Habisi Mantan Kekasih
Dimas memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang dalam insiden tersebut. Namun pihak KontraS mendesak aparat kepolisian segera mengusut pelaku dan mengungkap motif penyerangan terhadap aktivis HAM tersebut.
“Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia,” tegasnya.
Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya. Ia kini menjalani perawatan intensif dan ditangani oleh sejumlah dokter spesialis.
Korban juga dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion guna memperbaiki jaringan mata yang mengalami kerusakan.***