Usai Bahas UU TNI di Podcast, Aktivis KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 13 Maret 2026 | 23:36 WIB
Menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh OTK di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. (Dok. Instagram.com/@infipop.id)
Menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh OTK di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. (Dok. Instagram.com/@infipop.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Publik di media sosial tengah dihebohkan dengan kasus penyiraman cairan keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie menyelesaikan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta pada Kamis malam, (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Baca Juga: Polemik MBG Pamekasan, Dokter Dion Pertanyakan Sistem Pengemasan

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, memaparkan kronologi kejadian tersebut. Ia menyebut Andrie mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh akibat cairan yang diduga air keras.

“Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh,” ujar Dimas dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.

“Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” lanjutnya.

Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas seperti biasa. Ia berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies di kawasan Menteng sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan.

Setelah agenda tersebut selesai, sekitar pukul 19.45 WIB Andrie melanjutkan kegiatan ke kantor YLBHI di Jalan Diponegoro untuk melakukan rekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin.

Diskusi dalam siniar tersebut mengangkat tema mengenai remiliterisasi dan judicial review Undang-Undang TNI.

Perekaman podcast selesai sekitar pukul 20.00 WIB, namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan pulang, ia sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini. Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning.

Di kawasan Talang, ia melihat sepeda motor yang dikendarai dua orang datang dari arah berlawanan. Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.

Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie.

Cairan tersebut mengenai sisi kanan tubuh korban, terutama pada mata, wajah, dada, dan tangan. Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.

Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban bahkan disebut meleleh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Rekomendasi

Terkini

X