Maruli Simanjuntak Serahkan 106 Rumah untuk Keluarga Prajurit Gugur

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:27 WIB
Kasad Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak menyerahkan bantuan rumah non dinas ke ahli waris prajurit gugur serta prajurit penyandang cacat di Mabes TNI AD, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026).  (Dok. TNI AD)
Kasad Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak menyerahkan bantuan rumah non dinas ke ahli waris prajurit gugur serta prajurit penyandang cacat di Mabes TNI AD, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). (Dok. TNI AD)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar TNI Angkatan Darat.

Pernyataan tersebut disampaikan Maruli saat menyerahkan bantuan rumah non dinas tahap II kepada 106 ahli waris prajurit yang gugur di Markas Besar TNI Angkatan Darat pada Rabu (4/3/2026). 

Baca Juga: Delpedro Marhaen Cs Divonis Bebas, Hakim: Tak Terbukti Menghasut

Selain bagi keluarga prajurit yang gugur, bantuan tersebut juga diberikan kepada prajurit penyandang cacat tingkat II dan III Golongan C yang mengalami luka akibat tugas operasi maupun latihan militer.

“Saya ingin bapak ibu dan anak-anak sekalian harus berbangga, bahwa orang tua Anda semua itu adalah pengabdi bangsa yang sudah memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” tegas Maruli.

Suasana haru terasa dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut. Program rumah non dinas ini merupakan kerja sama TNI AD dengan Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan yang ditujukan bagi keluarga prajurit gugur dan prajurit yang mengalami cacat sejak tahun 2000 hingga 2025.

TNI AD berharap bantuan hunian tersebut dapat memberikan rasa aman sekaligus kepastian tempat tinggal bagi para penerima.

Momen penyerahan bantuan itu juga diwarnai kisah haru dari para keluarga prajurit. Dalam unggahan akun TikTok resmi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, sejumlah keluarga penerima menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Salah satunya datang dari Sulistiyowati Murtiningsih, istri dari prajurit TNI Rahman Hakim yang gugur dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Kehilangan suami tercinta adalah luka yang senantiasa ada dalam relung hati kami,” ungkap Sulistiyowati.

“Namun, hari ini kami bisa merasakan bahwa kami tidak sendiri,” tambahnya.

Menurut Sulistiyowati, rumah yang diberikan oleh TNI AD bukan sekadar bangunan untuk tempat tinggal, tetapi juga bentuk perhatian atas pengorbanan sang suami.

“Ini simbol cinta atas pengorbanan suami (almarhum Rahman Hakim),” terangnya.

“Di rumah inilah, kami akan membesarkan anak-anak kami dengan penuh doa dan kebanggaan. Menanamkan nilai-nilai bahwa ayah mereka telah gugur sebagai kesatria bangsa,” tutup Sulistiyowati.

Kisah lain datang dari Nurul Jihan Tribuana, putri dari prajurit TNI Mahdar Akil yang gugur saat menjalankan tugas sebagai Satgas di Aceh pada 2003.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X