Banjir Grobogan Rendam 9 Kecamatan, Warga Sebut Air Hampir Capai Atap

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 16 Februari 2026 | 22:12 WIB
Cerita warga saat banjir menggenangi area permukimannya di Grobogan. (Dok. Instagram/kabar.grobogan)
Cerita warga saat banjir menggenangi area permukimannya di Grobogan. (Dok. Instagram/kabar.grobogan)

PONTIANAKGLOBE.COM, GROBOGAN -- Banjir melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin pagi (16/2/2026). Air mulai masuk ke permukiman warga sejak sekitar pukul 02.00 WIB dengan ketinggian yang berbeda di setiap wilayah terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, kecamatan yang terdampak meliputi Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, dan Penawangan.

Baca Juga: Prabowo Terbang ke AS, Siap Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan Trump

Sejumlah warga membagikan kondisi banjir melalui media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @kabar.grobogan, seorang warga Desa Karangraharjo, Kecamatan Pulokulon, memperlihatkan situasi banjir di sekitar rumahnya.

Ia mengatakan ketinggian air di beberapa titik hampir menenggelamkan orang dewasa, bahkan diduga mencapai atap rumah di lokasi tertentu.

“Ini rumah tetangga bagian utara, mungkin udah sedada tingginya. Rumahku ini tinggi, ini kalau orang di jalan, mungkin udah tenggelam,” ucap perekam video.

“Terus yang di bagian barat sana mungkin udah di atap rumah, udah nggak bisa keluar, belum ada yang nolongin,” imbuhnya sambil terisak.

Warga juga menyebut banjir tidak hanya menggenang, tetapi memiliki arus yang cukup deras sehingga menyulitkan evakuasi. Beberapa warga dilaporkan meminta bantuan karena air sudah mencapai jendela rumah.

“Itu (arusnya) masih deras banget, soalnya tetanggaku yang di utara tadi nanya apakah listriknya udah padam. Orangnya minta bantuan untuk dijemput, soalnya udah tinggi, udah sejendela,” imbuhnya.

Dalam unggahan lain, warga Perumahan Permata Hijau melaporkan air masih terus naik hingga pukul 07.00 WIB.

“Perumahan Permata Hijau, hari ini tanggal 16 Februari 2026, jam 7 pagi, air sepertinya masih terus naik, sedikit-sedikit,” ucap perekam video.

BPBD Grobogan mencatat ketinggian air di Kecamatan Kedungjati, khususnya di Desa Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, dan Kalimaro, berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.

Baca Juga: MBG Saat Puasa Diatur Ulang, Publik Soroti Efektivitas Program

Di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, banjir setinggi 30 hingga 50 sentimeter terjadi di Dusun Sasak, Tegalrejo, dan Bantengan, namun dilaporkan mulai surut.

Sementara itu, banjir setinggi sekitar 1 meter sempat terjadi di Kelurahan Kalongan, Perumahan Permata Hijau, dan kini berangsur surut. BPBD menyebut banjir dipicu oleh luapan sungai serta jebolnya tanggul Sungai Jajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X