PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pernyataan ahli saraf asal Amerika Serikat, Dr. Jared Cooney Horvath tentang perbedaan pola belajar Generasi Z dan Milenial ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menilai perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara generasi muda belajar dan memproses informasi.
Menurut Jared, selama beberapa dekade ada anggapan bahwa setiap generasi baru memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Namun, ia menyebut kondisi itu tidak sepenuhnya terjadi pada Generasi Z.
"Mereka (Gen Z) adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang mendapat nilai lebih rendah pada tes akademik standar daripada generasi sebelumnya (Milenial)," kata Jared sebagaimana dikutip dari New York Post, pada Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Dirut BPJS Luruskan Persepsi Masyarakat soal Layanan Kesehatan
Ia menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut berasal dari penelitian yang menggunakan data tes akademik standar dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu faktor yang disoroti adalah kebiasaan Generasi Z yang tumbuh bersama perangkat digital dan menghabiskan banyak waktu di depan layar.
"Hasilnya, waktu menatap layar ponsel menjadi hal yang konstan (terus-menerus)," terang ahli saraf di AS itu.
"Lebih dari setengah waktu seorang remaja dihabiskan untuk menatap layar," paparnya.
Jared menilai cara belajar melalui layar digital dapat memengaruhi kemampuan membaca mendalam dan memahami materi secara utuh.
Menurutnya, manusia secara biologis terbiasa belajar melalui interaksi langsung dengan orang lain dan melalui proses membaca yang lebih mendalam, bukan hanya ringkasan singkat di layar.
"Belajar dari layar telah mengubah mereka menjadi pembaca yang hanya membaca sekilas," terang Jared.
"Dan tanpa usaha yang sungguh-sungguh, bahkan pikiran yang cemerlang pun bisa menjadi tumpul," terangnya.
Baca Juga: Tanah Bergerak Terjang Desa Padasari, Ribuan Warga Mengungsi
Ia kemudian membandingkan kebiasaan belajar generasi Milenial yang lebih sering menggunakan buku fisik dan menghabiskan waktu lama untuk memahami materi pelajaran.
"Masa lalu, anak-anak (Milenial) harus membuka buku dan begadang semalaman untuk lulus ujian," tutur Jared.
Artikel Terkait
Gen-Z Wajib Tahu, Ini 5 Jenis Investasi Aman untuk Pemula, Bahkan Mulai Rp100 Ribu Pun Bisa
Lulus Kuliah Bukan Jaminan! Fresh Graduate Hadapi Tantangan Berat di Dunia Kerja, Bagimana Nasib Gen-Z
Belajar dari Krisis 2008, Milenial Disiplin Menabung, Gen Z Lebih Melek Digital
Reksa Dana vs Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Gen Z? Begini Jawabannya
Janji Manis Menkeu vs Fakta Pahit Pengangguran Gen Z, Siapa yang Salah Hitung?
Gen Z Cuan, tapi Mayoritas Warga Australia Masih Tak Yakin pada Kripto