PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Influencer kuliner Bobon Santoso membagikan kondisi terkini Aceh Tamiang setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Menurut Bobon, bencana tersebut meninggalkan kerusakan serius dan duka mendalam bagi warga setempat.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya @bobonsantoso pada Sabtu (10/1/2026), Bobon mengaku awalnya datang dengan niat memberikan trauma healing.
Baca Juga: BPTD Sumsel Bantah Pungli ke Relawan Aceh, Ancam Lapor Balik
Namun, melihat langsung kondisi di lapangan justru membuat dirinya ikut tenggelam dalam kesedihan para penyintas.
“Tujuan datang memberi trauma healing, tapi malah kita yang larut dalam kesedihan itu sendiri,” ungkap Bobon.
Bobon menyampaikan, sebagai bentuk kepedulian, dirinya bersama tim relawan akan menggelar aksi masak besar untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Ia menargetkan puluhan ribu porsi makanan dibagikan di berbagai titik di Aceh Tamiang.
“Tanggal 10 Januari 2026: 10.000 porsi sapi lada hitam di Kota Lintang (Masjid Al-Ihsan),” tutur Bobon.
Secara keseluruhan, terdapat tujuh jenis menu yang disiapkan. Mulai 10 hingga 16 Januari 2026, Bobon dan tim akan membagikan 10.000 porsi makanan setiap hari di lokasi yang berbeda.
“Hingga 16 Januari 2026: 10.000 porsi sosis kecap bawang, di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang,” sambungnya.
Selain menyalurkan bantuan, Bobon juga menceritakan pengalamannya saat meninjau lokasi masak besar.
Ia menyebut kawasan tersebut menjadi titik penting karena menghubungkan wilayah utara dan selatan Aceh, dengan ribuan warga terdampak.
“Di bawah jembatan. Jadi memang ini area utara dan selatan (Aceh), ribuan masyarakat terdampak di sini,” ucapnya.
Dalam video yang dibagikannya, Bobon juga memperlihatkan rumah-rumah warga yang dibangun seadanya dari sisa reruntuhan banjir bandang. Salah satunya adalah rumah sederhana yang dibuat dari papan-papan bekas.
“Dari banyak rumah di sini, ada satu rumah sederhana,” ujar Bobon.
“Ini dari sisa-sisa papan di rumah,” kata seorang warga.
Ia menjelaskan, rumah darurat tersebut dibangun karena masih ada material bangunan lama yang bisa dimanfaatkan sementara.
Artikel Terkait
Rumah Hilang Disapu Banjir Aceh Tamiang, Warga Suka Jadi Bertahan di Tenda BNPB
Rumah dan Sekolah Hancur, Harapan Bocah Aceh Tamiang Pascabanjir
Tanpa Seragam, Anak-Anak Aceh Tamiang Tetap Kembali ke Sekolah
Krisis Air Minum Masih Terus Menghantui Warga Aceh Tamiang Pascabanjir
Fahri Ibrochim: Di Aceh Tamiang, Solidaritas Mengalahkan Derita
Aksi Spontan Brimob Aceh Tamiang Usai Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir, Musik Jadi Pelepas Lelah