Rumah dan Sekolah Hancur, Harapan Bocah Aceh Tamiang Pascabanjir

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 4 Januari 2026 | 17:24 WIB
Seorang anak di Aceh Tamiang menceritakan detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya. (Dok. Instagram/fahriibrochim)
Seorang anak di Aceh Tamiang menceritakan detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya. (Dok. Instagram/fahriibrochim)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Kenangan saat banjir bandang dan tanah longsor menerjang Sumatera pada akhir November 2025 masih membekas kuat di benak para penyintas. Bencana besar itu menghantam tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan dampak kerusakan yang luas.

Pada hari-hari awal pascabencana, penyaluran bantuan sempat tersendat akibat banyaknya akses jalan yang terputus.

Baca Juga: Fenomena Aneh Usai Banjir Nagan Raya: Gas Keluar dari Tanah, Api Bisa Membesar

Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari relawan dan pemerintah menjadi tumpuan utama bagi warga yang bertahan di tengah keterbatasan.

Salah satu kisah pilu datang dari seorang anak penyintas banjir di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, wilayah yang termasuk paling parah terdampak.

Ia menceritakan kembali detik-detik mencekam saat air bah datang secara tiba-tiba ketika warga baru saja menuntaskan salat Subuh.

“Kejadiannya itu Subuh, sekitar habis jam-jam salat Subuh. Waktu itu saya lagi salat dan tiba-tiba kok kayak ada guncangan gitu sekitar jam 5 (pagi),” ucap bocah tersebut, dikutip dari unggahan Instagram @fahriibrochim pada Minggu, 4 Januari 2026.

“Kami tengok keluar, air udah mulai masuk begitu kami buka pintu,” lanjutnya.

Ia bersama keluarga segera bergegas menuju rumah kerabat terdekat untuk menyelamatkan sang nenek. Rencana awal untuk mengevakuasi barang-barang pun urung dilakukan karena air terus meninggi dengan cepat.

“Rupanya, air semakin tinggi. Tidak sempat selamatkan semua barang-barangnya, jadinya cuma barang tersisa aja yang bisa kita selamatkan,” tuturnya.

Kondisi pascabanjir juga diwarnai keterbatasan bahan makanan. Dalam situasi darurat, sebagian warga nekat mencari makanan ke minimarket terdekat.

“Orang kelaparan kebanyakan, makanya waktu itu belum ada makanan, terpaksa menerobos Indomaret,” tambahnya.

Selama beberapa hari setelah banjir, kebutuhan pangan warga sepenuhnya bergantung pada bantuan logistik yang datang secara bertahap.

“Setiap harinya kami makan mengharap ada orang ngasih bantuan,” ucapnya.

Dalam rekaman video lainnya, bocah tersebut menyampaikan harapan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar kampung halamannya bisa kembali pulih seperti sedia kala.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X