Banjir, menurutnya, membutuhkan dokter dengan kompetensi tertentu yang berbeda dari penanganan gempa atau wabah.
“Pengiriman dokter itu harus tepat, karena masing-masing bencana itu berbeda prioritasnya. Jadi, banjir itu harus dokter yang tepat dengan situasi banjir,” ucapnya.
Dokter Daeng menjelaskan bahwa penyakit yang umum muncul akibat banjir berkaitan dengan air yang masuk ke saluran pernapasan, pencernaan, mata, dan kulit.
“Jadi, lini pertama dokter itu berbeda. Jadi, yang harus dikirim itu misalnya penyakit dalam, penyakit paru, kemudian dokter mata, dokter kulit,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa sekitar 300 puskesmas terdampak banjir di Sumatera akan segera kembali beroperasi.
Pemerintah menargetkan pemulihan tidak hanya pada bangunan, tetapi juga kelengkapan alat kesehatan agar layanan medis bagi warga terdampak bisa berjalan maksimal.***
Artikel Terkait
Sulfikar Amir: Pascabencana Banjir Sumatera Bisa Berlangsung Lama
Satgas PKH Siapkan Sanksi Pidana dan Administratif bagi Korporasi di Balik Bencana Banjir Sumatera
Diam-diam Bantu Korban Banjir Sumatera, Shin Tae-yong Buktikan Cinta Tak Pernah Putus
Raih Emas di Sea Games Thailand, Justin Barki Pilih Donasikan Seluruh Bonus Kepada Korban Terdampak Banjir Sumatera
Raffi Ahmad Donasikan Tiket Film Timur untuk Korban Banjir Sumatera
27 Perusahaan Disorot, Satgas Pemerintah Selidiki Akar Banjir Sumatera