Tenaga Medis Dinilai Tak Tepat, IDI Ungkap Risiko Kesehatan Pascabanjir

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 26 Desember 2025 | 06:50 WIB
Ketua Umum PB IDI periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih buka suara soal penanganan kesehatan banjir Sumatera.  (Dok. YouTube/ForumKeadilanTV)
Ketua Umum PB IDI periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih buka suara soal penanganan kesehatan banjir Sumatera. (Dok. YouTube/ForumKeadilanTV)

Banjir, menurutnya, membutuhkan dokter dengan kompetensi tertentu yang berbeda dari penanganan gempa atau wabah.

“Pengiriman dokter itu harus tepat, karena masing-masing bencana itu berbeda prioritasnya. Jadi, banjir itu harus dokter yang tepat dengan situasi banjir,” ucapnya.

Dokter Daeng menjelaskan bahwa penyakit yang umum muncul akibat banjir berkaitan dengan air yang masuk ke saluran pernapasan, pencernaan, mata, dan kulit.

“Jadi, lini pertama dokter itu berbeda. Jadi, yang harus dikirim itu misalnya penyakit dalam, penyakit paru, kemudian dokter mata, dokter kulit,” katanya.

Baca Juga: Satgas PKH Tagih Rp2,34 Triliun dari Perusahaan Sawit dan Tambang, Hutan 4 Juta Hektare Direbut Kembali

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa sekitar 300 puskesmas terdampak banjir di Sumatera akan segera kembali beroperasi.

Pemerintah menargetkan pemulihan tidak hanya pada bangunan, tetapi juga kelengkapan alat kesehatan agar layanan medis bagi warga terdampak bisa berjalan maksimal.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X