Korban Kebakaran Terra Drone Didominasi Perantau, Keluarga Minta Negara Hadir

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 11 Desember 2025 | 11:04 WIB
Cerita kerabat korban Terra Drone, update makan siang sebelum kejadian kebakaran.  (Dok. Instagram/fziarynsyhhh)
Cerita kerabat korban Terra Drone, update makan siang sebelum kejadian kebakaran. (Dok. Instagram/fziarynsyhhh)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran pada Selasa, (9/12/2025), menyisakan duka mendalam bagi keluarga para korban, termasuk seorang karyawan bernama Pariyem, perantau asal Lampung yang diduga terjebak di lantai 5 dan gagal menyelamatkan diri.

Kerabat korban, Sulaiman, datang bersama kakak Pariyem ke RS Polri untuk menunggu proses identifikasi. Namun hingga kini, mereka belum mendapat kepastian kapan jenazah bisa dibawa pulang.

“Keluarga dapat info itu 17.30 WIB. Kita langsung berangkat, sampai sini subuh, kondisi seperti ini lah disini,” ujar Sulaiman.

Baca Juga: Video Viral Seorang Peternak Aceh Utara Hanya Bisa Terpaku Lihat Kambingnya Mati Disapu Banjir

Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit belum memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian identifikasi.

“Ini masih nunggu rumah sakit,” lanjutnya.

Sulaiman juga menceritakan bahwa sebelum kebakaran terjadi, Pariyem sempat mengunggah status WhatsApp terkait makan siang.

“(Status terakhir) makan. Jam makan siang, karena ada yang makan siang, ada yang salat. Nah, itu pas jam makan siang,” jelasnya.

Pariyem diketahui telah merantau ke Jakarta selama empat tahun dan menjadi tulang punggung keluarga di Lampung.

“(Pariyem) merantau sendiri. Tulang punggung keluarga, paling bungsu, ayahnya sudah tidak ada dan ibunya sudah tua,” kata Sulaiman.

Ia mengaku, kabar duka ini belum disampaikan kepada ibu korban demi menjaga kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Tito Copot Sementara Bupati Aceh Selatan: Ketahuan ke Luar Negeri Tanpa Izin

Sulaiman berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membantu proses pemulangan jenazah ke Lampung.

“Saya dengar dari media, katanya Pemprov DKI menanggung transportasi ambulans, tapi kami yang dari Lampung ini mohon digratiskan juga,” ujarnya.

“Kami orang tidak punya di Lampung, jadi kami mohon Gubernur untuk membantu ambulans,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X