Tangis Pecah di Aceh Tamiang, Ferry Sampaikan Donasi Rp 10 Miliar dari Publik

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 7 Desember 2025 | 15:10 WIB
Menyoroti cerita influencer Ferry Irwandi saat menyalurkan bantuan ke korban bencana banjir bandang di Sumatera.  (Dok. TikTok.com/@irwandiferry)
Menyoroti cerita influencer Ferry Irwandi saat menyalurkan bantuan ke korban bencana banjir bandang di Sumatera. (Dok. TikTok.com/@irwandiferry)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membuat banyak pihak tergerak memberikan bantuan. Sejak bencana besar menerjang pada 26 November 2025, ribuan warga harus mengungsi karena rumah mereka hancur, sementara sejumlah korban masih terjebak di lokasi-lokasi yang terisolir akibat akses jalan terputus.

Influencer Ferry Irwandi bersama tim relawannya turun langsung memastikan bantuan tersalurkan. Melalui media sosialnya, ia menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang disebutnya sangat berperan besar dalam membantu operasi kemanusiaan tersebut. Ia menilai kerja bersama yang dilakukan berbagai pihak menjadi kunci cepatnya penanganan di lapangan.

Baca Juga: WALHI: Terlalu Banyak Izin, Terlalu Lemah Pengawasan Negara

Ferry mengatakan aparat TNI dan Polri bergerak cepat membuka akses menuju daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga memudahkan relawan dari berbagai NGO mengirim bantuan.

“Semua hal yang kalian lihat, hal baik, semua hal positif itu tak lepas dari kolaborasi semua pihak termasuk pemerintah melalui TNI dan Polri," ujarnya dalam unggahan TikTok pada Sabtu, 6 Desember 2025.

"Mereka sangat membantu penyaluran donasi ini. Bahkan ke daerah-daerah yang terkecil dan terisolasi dari pulau mereka, mereka yang bantu buka jalur," tambahnya. 

Di lapangan, Ferry menyebut tantangan terbesar berasal dari logistik dan transportasi. Bantuan masyarakat yang beratnya mencapai 5 hingga 8 ton tidak mungkin bergerak cepat tanpa dukungan alat berat militer.

“Barang itu yang beratnya 5-8 ton besar dan enggak akan bisa terdistribusi dengan cepat kalau kita enggak ada bantuan dari TNI-Polri, termasuk saat kita mencari pesawat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa helikopter dan pesawat Hercules menjadi penentu akses ke wilayah yang benar-benar terisolasi seperti Gayo Lues.

Ferry juga menekankan bahwa kerja sama seluruh pihak berlangsung sangat taktis dan tidak terhambat prosedur yang rumit. Ia menyebut keterlibatan mahasiswa, NGO, hingga aparat sebagai bukti kuatnya persatuan di tengah bencana.

“Kita bersatu di sini, apa pun latar belakangnya, apa pun warna seragam kita, demi misi kemanusiaan semua berkolaborasi secara taktis tanpa birokrasi yang ribet,” katanya.

“Saling menjaga, saling bantu, dan berusaha sebanyak mungkin untuk menjaga para korban," ujar Ferry. 

Sehari sebelumnya, Ferry berada di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu lokasi terdampak paling parah. Dalam unggahan YouTube-nya, ia menggambarkan kondisi warga yang masih kelaparan dan kehausan akibat terputusnya pasokan air dan listrik.

“Tamiang dan keadaannya sama sekali tidak membaik, orang-orang kelaparan, kehausan, tidak ada air dan listrik,” ungkapnya.

Ia kembali menyerukan bantuan untuk korban di Tamiang, Takengon, Gayo, dan Bener Meriah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X