“Kita butuh dropping zone yang layak, sementara di daerah-daerah terisolir itu banyak tempat terbuka, medan terbuka, tapi tidak layak,” katanya.
“Jadi, kelihatan luas seperti lapangan, tapi tanahnya lembek-lembek kemudian lunak, tidak layak untuk didarati. Kemudian bekas puing yang apabila kena baling-baling itu bisa berterbangan dan membahayakan alutsista,” lanjutnya.
Baca Juga: Gelondongan Kayu Mengalir, Jejak Perusak Hutan Terkuak di Batang Toru
Metode airdrop tersebut juga dikritik anggota DPR. Firman Soebagyo dari Fraksi Golkar menilai cara itu tidak pantas saat membantu korban bencana.
“Saya minta kepada pejabat yang ada di daerah juga, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan," ujarnya.
“Tidak perlu memberikan beras dilempar-lempar dari helikopter," tambahnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani juga meminta agar mekanisme distribusi udara tersebut dievaluasi.***
Artikel Terkait
Operasi Udara TNI Dirombak Total: 76.500 Ton Bantuan Dikirim, Wilayah Terisolasi Jadi Alarm Darurat
DPRD Sudah Mendesak Adakan Status Bencana Nasional, Tetapi Prabowo Bilang Sudah Cukup
Firman Soebagyo Geram, Bantuan Udara Disebut Tak Manusiawi
Gelombang Bantuan Mengalir, Indonesia Buktikan Negara Paling Dermawan
BNPB Ungkap 867 Korban Jiwa: Sumatera Dilanda Bencana Terburuk Tahun Ini
Viral Umrah Bupati Aceh Selatan ditengah Bencana: DPR Minta Kemendagri Usut Izin Keberangkatan