Jalan Putus, Jembatan Hancur: Bupati Aceh Timur Nekat Tembus Daerah Isolasi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 3 Desember 2025 | 20:13 WIB
Menyoroti penuturan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky terkait proses evakuasi para korban banjir bandang di wilayahnya.  (Dok. Pemprov Aceh)
Menyoroti penuturan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky terkait proses evakuasi para korban banjir bandang di wilayahnya. (Dok. Pemprov Aceh)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Banjir bandang yang melanda Aceh Timur meninggalkan luka mendalam bagi warga. Bencana besar tersebut sebelumnya merendam 18 kabupaten dan kota di Aceh, menimbulkan ratusan korban jiwa serta merusak berbagai infrastruktur hingga membuat sejumlah wilayah masih sulit dijangkau.

Di tengah situasi krisis itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky meluapkan kekecewaannya kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena minimnya bantuan di hari-hari awal banjir.

Baca Juga: Mahfud Menduga Adanya Praktik Kolusi di Balik Banjir Sumatera

Dalam apel ASN di Idi pada Rabu, 3 Desember 2025, Iskandar menegaskan bahwa sejak hari pertama sampai ketiga bencana, tidak ada satu pun petugas yang mengambil inisiatif membawa truk ke posko utama.

"Untuk Satpol PP, saya kecewa. Saya tidak bisa terhubung dengan kepala Satpol PP, karena sinyal hilang," kata Iskandar. Ia menambahkan, truk sangat dibutuhkan untuk mengangkut bantuan ke wilayah terdampak.

“Saya kecewa sekali, tidak satu pun inisiatif datang bawa truk. Kita butuh truk untuk mengangkut bantuan,” ujarnya.

Dalam kondisi hujan yang mengguyur para ASN, Iskandar tetap menumpahkan kekesalannya.

“Kalau sopir Satpol PP tidak mau bawa truk, tidak apa,” ucapnya.

“Serahkan ke kami truknya, saya bawa sendiri, atau TNI Polri atau relawan lain yang membantu menjadi sopir,” tambahnya.

Sebelumnya, tim Pemkab Aceh Timur terpaksa menerobos wilayah yang terisolasi demi menyalurkan bantuan kepada warga. Iskandar menyebut upaya itu dilakukan karena situasi sangat genting.

"Jika pemerintah daerah tidak berupaya menerobos, ribuan warga yang wilayahnya terisolasi karena banjir akan kelaparan," kata Iskandar.

Distribusi bantuan kini sudah menjangkau empat kecamatan terparah, yaitu Serbajadi, Peunarun, Simpang Jernih, dan Pante Bidari. Tim lapangan dibagi menjadi empat kelompok agar kebutuhan pokok, air minum, dan obat-obatan bisa segera masuk ke lokasi yang terputus akses daratnya.

Iskandar menjelaskan masih ada banyak warga yang belum menerima bantuan sejak banjir besar memutus jalan utama dan merusak jembatan.

Ia bersama rombongan menggunakan kendaraan taktis untuk menerobos daerah tersebut, bahkan sempat terjebak hampir dua jam di beberapa titik akibat longsoran dan putusnya jembatan.

“Kami menerobos dua kecamatan, yaitu Peunaron dan Serbajadi, karena menjadi daerah paling parah terdampak banjir bandang,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X