“Ini kami sampaikan bahwa untuk daerah Aceh dan Sumatera Barat, BMKG telah menerbitkan press release untuk potensi bencana siklon atau cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera Barat. Ini 4 hari sebelum bencana dan untuk Sumatera Utara, press release-nya telah diterbitkan 8 hari sebelum bencana terjadi,” lanjutnya.
Baca Juga: Lagi-Lagi Minta Modal? DPR Tantang Direksi Garuda Jamin Tak Akan Minta Tambahan Lagi
Fathani meminta kepala daerah lebih cermat terhadap informasi BMKG dan mengajak koordinator balai besar untuk berdiskusi agar mitigasi bencana lebih siap.
“Mohon para kepala daerah juga berhati-hati dan mencermati informasi-informasi yang kami berikan melalui pos atau koordinator tiap provinsi,” ujarnya.
“Ada lima balai besar yang kami miliki, itu memiliki wewenang untuk memberikan warning langsung ke provinsinya,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa pemda dapat mengundang koordinator balai besar untuk membahas kesiapan menghadapi ancaman berikutnya.***
Artikel Terkait
Akses Lumpuh di Sumatera dan Aceh, Pemerintah Kebut Pengiriman Bantuan dari Udara
Banjir Bandang hingga Longsor: Agam Dilanda Bencana Terburuk dalam Tahun Ini
Hujan Mereda, Ancaman Masih Membayangi: BNPB Ungkap Fakta Terbaru Bencana Sumbar
442 Tewas, 402 Hilang: Mengapa RI Belum Tetapkan Darurat Nasional?
Bupati Mengaku Tak Mampu, BNPB Bilang Tak Perlu Dibesar-besarkan
Tito Blak-blakan soal Banjir Sumatera: Semua Sudah All Out!