Bahasa Asing Bertambah Lagi! Wacana Bahasa Portugis yang Pernah Disampaikan Presiden Masuk Radar Mendikdasmen

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 28 November 2025 | 10:13 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut penerapan bahasa Portugis dalam kurikulum pendidikan di Indonesia masih dalam kajian.  (Dok. Instagram/abe_mukti)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut penerapan bahasa Portugis dalam kurikulum pendidikan di Indonesia masih dalam kajian. (Dok. Instagram/abe_mukti)

PONTIANAKGLOBECOM, JAKARTA -- Pemerintah tengah mempertimbangkan penambahan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah dalam rangka memperluas program pengembangan bahasa asing.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kajian itu dilakukan seiring komitmen pemerintah menyediakan lebih banyak pilihan bahasa bagi peserta didik.

Baca Juga: Tangis Umat Mengiringi Kepergian RD Fidelis Sajimin! Pastor Teladan dari Kuasi Paroki Capkala Berpulang Mendadak

Seusai rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu, (26/11/2025), Abdul menjelaskan bahwa saat ini sudah ada lima bahasa asing tambahan yang diajarkan, yakni Arab, Perancis, Mandarin, Jepang, dan Korea.

Ia mengatakan bahwa perluasan bahasa asing menjadi salah satu fokus pengembangan kurikulum karena pentingnya kompetensi global bagi siswa.

"Saat ini kan bahasa asing itu yang sudah wajib adalah bahasa Inggris dan mulai tahun 2027 itu kita mulai mengajarkan bahasa Inggris kelas 3 SD,” kata Abdul kepada wartawan.

Penurunan jenjang pengajaran bahasa Inggris disebut sebagai langkah memperkuat pondasi kemampuan berbahasa sejak dini. Dalam kerangka itu, bahasa Portugis dinilai berpotensi menjadi tambahan baru.

“Nanti kemungkinan juga bisa diajarkan bahasa Portugis,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan final.

Abdul menambahkan bahwa pengajaran bahasa baru tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa. Pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan.

“Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya juga, bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” ucapnya.

Menurutnya, ketersediaan guru kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanpa tenaga pengajar yang cukup, pemerataan pengajaran bahasa Portugis tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga: Kudeta Senyap di PBNU? Gus Yahya Tepis Pemberhentian dan Tegaskan Mandat Muktamar

Selain itu, materi ajar, kurikulum, dan fasilitas pendukung juga harus siap sebelum kebijakan diterapkan. Pemerintah kini sedang menilai kesiapan ekosistem pendidikan di berbagai daerah.

Abdul menjelaskan bahwa bahasa asing selain bahasa Inggris saat ini berada dalam kategori mata pelajaran pilihan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X