PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terus mendapat apresiasi publik berkat pendekatan kepemimpinan yang terlibat langsung dengan masyarakat. Pengamat politik Amsori Baharudin Syah menilai pola kerja tersebut mencerminkan empathetic governance, yaitu gaya kepemimpinan yang menekankan kehadiran emosional dan kedekatan dengan warga, bukan sekadar menjalankan tugas struktural semata.
Menurut Amsori, langkah Seskab Teddy menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam merapatkan hubungan dengan rakyat.
“Apa yang dilakukan Teddy Indra Wijaya adalah bentuk dari pelayanan publik. Ia hadir bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai manusia yang mau mendengar,” kata Amsori dalam keterangannya, Sabtu, (15/11/2025).
Baca Juga: Jejak Kekerasan di Sekolah? Polisi Dalami Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel
Ia melihat bahwa aktivitas Teddy di tingkat akar rumput bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan interaksi langsung yang membuat masyarakat merasa didengar.
"Teddy tidak hanya menyapa, tetapi mendengarkan aspirasi, keluhan, dan kebutuhan warganya," ujar Amsori.
Amsori pun menilai gaya tersebut merupakan praktik kepemimpinan yang lebih manusiawi dan membumi.
“Ini bukan sekadar turun ke lapangan. Ini cara memanusiakan warga,” tegasnya.
Dengan pola seperti itu, Amsori meyakini pejabat bisa memahami persoalan masyarakat secara lebih konkret dan merumuskan kebijakan yang relevan.
"Metode ini, jauh lebih efektif daripada sekadar membaca laporan birokrasi di atas meja," imbuhnya.
Ia juga menyebut pendekatan empatik Seskab Teddy sebagai investasi penting bagi legitimasi pemerintah. Survei Indikator Politik menunjukkan kesadaran publik terhadap Teddy sudah melampaui 50 persen, sebuah peningkatan yang dianggap bukan sekadar hasil pencitraan, melainkan buah dari konsistensi turun langsung ke lapangan.
“Kuncinya bukan pencitraan. Ini soal hadir dengan hati,” ujar Amsori.
Ia melihat Teddy sebagai contoh pejabat yang meruntuhkan jarak birokrasi dengan publik melalui kerendahan hati dan empati yang tulus.
“Yang membuat publik menerima Teddy adalah sikap rendah hati, bukan wibawa yang dibuat-buat,” tambahnya.
Sementara itu, peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut tingginya popularitas Teddy sebagai fenomena politik yang patut dicatat.
Artikel Terkait
Seskab Teddy Dampingi Prabowo Bertemu Putin, Kenang Momen saat Prabowo Masih Menhan dan Presiden Terpilih
Seskab Teddy Indra Wijaya Ungkap Momen Penting Kunjungan Prabowo ke Rusia
Seskab Teddy Ungkap Kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS Jadi Tonggak Penting Hubungan Luar Negeri Indonesia
Seskab Teddy Ungkap Presiden Prabowo di China Kurang dari 8 Jam, Langsung Pulang ke Indonesia
Seskab Teddy Beberkan Hasil Ratas, Prabowo Tekankan Transformasi Ekonomi Indonesia, Ini Bocoran Lengkap-nya
Bukan Menteri, Tapi Paling Disorot: Fenomena Politik Teddy Mencuat”