Seskab Teddy Ungkap Kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS Jadi Tonggak Penting Hubungan Luar Negeri Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 8 Juli 2025 | 22:53 WIB
Seskab Teddy menjadi salah satu anggota dalam rombongan delegasi khusus yang mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan kenegaraan. (Instagramb@sekretariat.kabinet)
Seskab Teddy menjadi salah satu anggota dalam rombongan delegasi khusus yang mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan kenegaraan. ([email protected])

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara sahabat.

Setelah memulai lawatan dari Arab Saudi, rombongan Presiden melanjutkan perjalanan ke Brasil untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang berlangsung pada 6–7 Juli 2025 di Rio de Janeiro.

Baca Juga: Polisi Bongkar Penjualan Barang Kedaluwarsa di Serpong, Dua Pelaku Ditangkap

Pada sesi hari kedua yang mengangkat tema “Environment, COP 30, and Global Health”, Presiden Prabowo menegaskan bahwa dampak perubahan iklim sangat dirasakan Indonesia.

Salah satunya adalah kenaikan permukaan laut yang memaksa Indonesia membangun tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall sepanjang 500 kilometer untuk mengurangi risikonya.

“Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk memerangi perubahan iklim, khususnya melalui transisi menuju energi bersih,” ujar Teddy dalam keterangannya, Selasa, 8 Juli 2025.

Baca Juga: Protes Telkomsel Hanguskan Kuota, DPR Ngadu ke Menteri BUMN, Harus Dievaluasi!

Teddy menyebut kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS ini sebagai partisipasi resmi pertama Indonesia sebagai anggota penuh BRICS.

“Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah hubungan luar negeri Indonesia,” imbuhnya.

KTT BRICS tahun ini dihadiri para kepala negara dan pemerintahan dari 28 negara, terdiri atas 10 anggota resmi BRICS, 10 partner countries, dan 8 negara undangan.

Baca Juga: Disdukcapil Pontianak Ingatkan Warga Agar Waspada dengan Penipuan Aktivasi IKD

“Banyaknya negara yang ingin bergabung dengan BRICS, sementara Indonesia diterima dengan sangat cepat, menunjukkan bahwa Indonesia semakin didengar, diperhatikan, dipandang, dan memiliki posisi penting di kancah global,” jelas Teddy.

Ia menambahkan, pada tahun ini Indonesia secara resmi diterima sebagai anggota penuh BRICS setelah mendapatkan dukungan dari negara-negara anggota.

Dengan demikian, BRICS yang semula beranggotakan lima negara kini telah berkembang hingga mencakup Indonesia sebagai anggota resmi ke-10.

“Keanggotaan Indonesia di BRICS ini sejalan dengan prinsip yang selalu dipegang Presiden: seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tandas Teddy. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X