Dua Hari Pasca Ledakan, Sekolah Dibersihkan, Siswa Diminta Kembali Belajar

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 9 November 2025 | 18:45 WIB
Polisi dan Kementerian PPPA pastikan kondisi aman untuk aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta dimulai lagi.  (Dok. Instagram/sma72jakarta)
Polisi dan Kementerian PPPA pastikan kondisi aman untuk aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta dimulai lagi. (Dok. Instagram/sma72jakarta)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dua hari setelah insiden ledakan di area masjid, SMAN 72 Jakarta mulai bersiap membuka kembali kegiatan belajar mengajar pada Senin, 10 November 2025. Sejumlah petugas dan pihak sekolah terus melakukan pembenahan agar suasana belajar kembali normal.

Pekerjaan perbaikan dilakukan dengan melepas garis polisi dan mengecat ulang dinding yang rusak akibat ledakan. Langkah ini juga diharapkan membantu memulihkan kondisi psikologis para siswa.

Baca Juga: Usai Sugiri Sancoko Dinyatakan Tersangka, KPK Telusuri Proyek Raksasa di Ponorogo

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra mengatakan pihaknya ingin memastikan sekolah sudah siap digunakan kembali.

“Penggantian dan pengecatan pada dinding-dinding yang terdampak kita laksanakan dengan baik, supaya Senin nanti anak-anak bisa belajar dalam keadaan seperti semula,” ujarnya saat meninjau sekolah, Minggu, (9/11/2025). 

Ia menambahkan bahwa langkah ini juga dilakukan agar tidak muncul kembali trauma dari peristiwa Jumat lalu.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, juga memastikan kegiatan belajar di SMAN 72 akan berjalan lagi pada Senin mendatang. Menurutnya, sekolah sudah aman untuk siswa dan guru.

“Kami berdiskusi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan proses belajar besok,” kata Arifah saat kunjungan ke sekolah, Sabtu, (8/11/2025). 

Ia menegaskan bahwa proses pemulihan bukan hanya untuk korban yang dirawat di rumah sakit, tetapi juga bagi para siswa yang menyaksikan peristiwa tersebut.

“Anak-anak di sekolah ini juga perlu perlindungan dan pemulihan agar memori buruk tidak mengganggu kegiatan belajar mereka,” tambahnya.

Sementara itu, kepolisian terus melanjutkan penyelidikan terhadap terduga pelaku ledakan. Hingga Sabtu sore, 8 November 2025, tercatat 96 korban terdampak peristiwa tersebut.

Polri melibatkan KPAI dan tim trauma healing, karena baik korban maupun terduga pelaku adalah anak yang berhadapan dengan hukum,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto.

Baca Juga: Kontroversi Soeharto Menjadi Pahlawan Tak Surutkan Dukungan, NasDem Pilih Lihat Sisi Positifnya

Bhudi juga menyampaikan harapan agar aktivitas di sekolah bisa segera normal kembali.

“Harapan Kapolri dan Polda Metro Jaya, sekolah dapat pulih dan kegiatan belajar bisa berjalan lagi,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X