Polisi Dalami Motif Remaja 17 Tahun di Balik Ledakan SMAN 72

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 8 November 2025 | 12:16 WIB
Menyoroti insiden ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025.  (Dok. Polri)
Menyoroti insiden ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025. (Dok. Polri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat, (7/11/2025), menyebabkan kepanikan besar dan melukai puluhan siswa. Polisi menyebut, total ada 54 korban luka akibat peristiwa yang terjadi tepat saat salat Jumat itu. Dugaan sementara, ledakan berasal dari bahan kimia yang dibawa oleh seorang siswa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan seluruh korban telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan perawatan.

"Data sementara korban ada 54 orang,” ujar Asep.

Baca Juga: RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Klarifikasi Soal Bayi Meninggal Usai Lahir di Sukadana, Begini Fakta Sebenar-nya

Ia menambahkan, sebagian besar korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan benda keras.

“Korban ada yang luka bakar, terkena serpihan, hingga benda kecil. Sebagian juga trauma,” ucapnya.

Polisi kini telah membuka dua posko darurat di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih untuk memudahkan keluarga korban mencari informasi serta mengoordinasikan kebutuhan penanganan medis.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah turut meninjau korban di RS Islam Cempaka Putih. Ia menyebut ada tujuh anak yang harus menjalani operasi akibat luka serius.

“Tadi data terakhir ada sekitar tujuh anak yang dioperasi,” ujar Margaret.

Ia menambahkan, jumlah korban rawat inap terus bertambah karena beberapa siswa yang sebelumnya dirawat di puskesmas dirujuk ke rumah sakit.

“Informasinya tadi 33-an anak, tapi rupanya bertambah,” katanya.

Margaret juga menyoroti dampak psikologis yang dialami siswa akibat insiden tersebut.

“Anak-anak yang mendengar dan menyaksikan kejadian itu pasti mengalami trauma. Mereka butuh pendampingan psikologis,” ujarnya.

KPAI bersama pihak sekolah dan psikolog anak telah menyiapkan program pendampingan begitu kondisi para korban stabil.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa pelaku ledakan diduga merupakan remaja berusia 17 tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X