“Kita jangan terjebak dalam perdebatan itu. Kita sedang mencari opsi terbaik, belum tentu pakai APBN. Kami akan mengikuti arahan pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak akan ikut dalam rombongan negosiasi ke China. Ia menilai pembicaraan tersebut cukup diselesaikan dalam ranah bisnis antarpihak terkait.
“Kalau mereka sudah bisa putuskan, itu bagus. Sebisa mungkin saya nggak ikut. Biar saja mereka selesaikan secara business to business,” ujar Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta.
Purbaya juga mengapresiasi langkah restrukturisasi utang yang memperpanjang tenor pembayaran menjadi 60 tahun, dan menyebut hal itu sebagai langkah positif untuk menjaga stabilitas proyek.***
Artikel Terkait
Isu Whoosh Panas! Mahfud MD vs KPK soal Mark Up Anggaran Triliunan
Mahfud MD vs KPK: Siapa yang Keliru soal Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh?
Bukan Cuma Soal Utang, Inilah Kesalahan Fatal di Balik Skema Bisnis Kereta Cepat Whoosh
Rp116 Triliun Membengkak, China Malah Siap Lanjutkan Proyek Whoosh
AHY Ungkap Peluang Whoosh Tembus Surabaya, Tapi Ada Syarat Beratnya
Terungkap! Biaya Proyek Whoosh Disebut 3 Kali Lipat Lebih Mahal dari Tiongkok