Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru, Sang Istri Minta Transparansi dan Hentikan Framing Negatif

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 September 2025 | 22:30 WIB
Kebersamaan Arya Daru Pangayunan dengan sang istri,  Meta Ayu Puspitantri. (Facebook Arya Daru Pangayunan )
Kebersamaan Arya Daru Pangayunan dengan sang istri, Meta Ayu Puspitantri. (Facebook Arya Daru Pangayunan )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Arya ditemukan meninggal dengan kondisi kepala terlilit lakban, sebuah fakta yang memicu spekulasi luas.

Rekaman CCTV yang beredar pun menambah sorotan publik terhadap kejanggalan kasus ini.

Meski begitu, pada Juli 2025 lalu, kepolisian menegaskan tidak ada keterlibatan pihak lain.

“Indikator kematian pada ADP ini meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, Selasa (29/7/2025).

Terbaru, istri almarhum, Meta Ayu Puspitantri atau Pita, tampil di hadapan publik untuk menyampaikan harapan agar kasus ini diusut secara transparan. Ia juga meminta agar tidak ada lagi framing negatif terhadap mendiang suaminya.

Konferensi pers digelar di kawasan Kotagede, Kota Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025), dengan didampingi ibu, mertua, dan penasihat hukum keluarga, Nicholay Aprilindo.

Nicholay menjelaskan, Pita baru berani berbicara setelah melalui masa duka yang berat.
“Secara psikologis, seseorang yang mengalami kedukaan tentu sangat traumatis. Apalagi ditinggal seorang suami dan memiliki dua anak kecil, tentu tidak mudah,” katanya.

Dalam pernyataannya, Pita menyampaikan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia berharap pengungkapan kasus suaminya dilakukan secara jujur dan transparan.

“Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Menlu, saya hanya bisa berharap kasus ini selesai dengan baik, jujur, dan transparan,” ujar Pita.

Ia menekankan, Arya Daru bukan hanya seorang diplomat, tetapi sosok berharga bagi keluarga.

“Saya mewakili diri saya, keluarga, dan anak-anak, berharap hati nurani tidak dihilangkan. Mengingkarinya berarti mengabaikan kebaikan yang telah diciptakan Allah,” ungkapnya.

Minta Hentikan Framing Negatif

Pita juga menyoroti adanya framing negatif yang diarahkan kepada almarhum. Ia menegaskan keluarga sangat mengenal sosok Arya Daru dan menolak tuduhan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kami sangat kenal Mas Daru. Kami berdua sudah sangat cukup untuk satu sama lain. Karena itu saya mohon tidak ada lagi framing negatif untuk suami saya,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X