Gubernur Sumut Bobby Nasution Disorot Usai Hentikan Truk Berpelat Aceh, Pemprov Luruskan Polemik

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 September 2025 | 22:04 WIB
Bobby Nasution viral setop truk dengan nopol Aceh di Langkat (Tangkap layar Instagram)
Bobby Nasution viral setop truk dengan nopol Aceh di Langkat (Tangkap layar Instagram)

PONTIANAKGLOBE.COM, MEDAN -- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution tengah menjadi sorotan publik usai aksinya menghentikan kendaraan berpelat BL asal Aceh di kawasan Kabupaten Langkat, Minggu (28/9/2025).

Video momen tersebut viral di media sosial dan langsung memicu perdebatan.

Sebagian warganet menilai langkah itu sebagai bentuk penegakan aturan pajak daerah, sementara yang lain menganggapnya berlebihan dan berpotensi menimbulkan ketegangan antarwilayah.

Dalam video yang diunggah ulang akun X @kejadian_today pada Senin (29/9/2025), terlihat Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib, lebih dulu berbicara dengan sopir truk.

Ia menegaskan pelat BL seharusnya diganti BK agar pajaknya masuk ke Sumut.

Tak lama kemudian, Bobby ikut mendekati sopir dan memberi penegasan.

“Biar bosmu tahu. Kalau enggak, nanti bosmu nggak tahu,” ujar Bobby dalam rekaman yang kemudian ramai diperdebatkan.

Pernyataan itu dianggap sebagian pihak sebagai bentuk ketegasan Bobby menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan. Namun, ada pula yang menilai sikap tersebut berlebihan.

Klarifikasi Pemprov Sumut

Menjawab polemik tersebut, Kepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Harahap, memberikan penjelasan melalui video klarifikasi pada Senin (29/9/2025).

“Perlu kami tegaskan, yang dilakukan Pak Gubernur bukan razia kendaraan. Kejadian itu berlangsung saat beliau melakukan kunjungan kerja meninjau kondisi jalan provinsi di empat kabupaten, terakhir di Kabupaten Langkat,” ujar Erwin.

Ia menekankan bahwa pertemuan dengan sopir truk terjadi secara spontan, bukan agenda resmi razia.

Pemprov juga memastikan kendaraan berpelat luar tetap bebas melintas di wilayah Sumut.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan pernyataan Muhammad Suib dalam video viral itu sejatinya merupakan ajakan bagi pemilik kendaraan yang berdomisili atau berusaha di Sumut agar menggunakan pelat BK atau BB.

“Tujuannya sederhana, supaya pajak kendaraan masuk ke Sumut dan bisa digunakan kembali untuk pembangunan jalan, fasilitas umum, dan layanan masyarakat,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X