PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Doni Septadijaya menyampaikan, Ekonomi syariah Indonesia menunjukkan perkembangan yang optimis dan menempati posisi penting dalam ekosistem global. Pada sektor ekonomi dan keuangan syariah, Indonesia berada di posisi ke-3 (ketiga) dunia pada keseluruhan peringkat berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE 2025).
SGIE 2025 menyampaikan bahwa pengeluaran konsumen muslim di Indonesia untuk produk halal mencapai Rp3.290 triliun; dan 79,5% atau Rp2.616 triliun disumbang dari sektor makanan dan minuman. Indonesia menduduki peringkat pertama dalam sektor modest fashion, peringkat kedua dalam halal pharmaceuticals dan muslim friendly travel, serta peringkat keempat dalam sektor halal food.
"Hal ini menunjukkan pasar ekonomi syariah terus berkembang, meski masih diperlukan
berbagai perbaikan dan penguatan pada sektor ekosistem halal Indonesia, "ujar Doni, dalam sambutannya pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI), yang berlangsung dari tanggal 29 Agustus s/d 1 September 2025, di Ayani Mega Mall.
Nilai ekspor produk halal Indonesia baru mencapai 12,33 Miliar USD dan terpaut jauh dengan nilai
ekspor negara non mayoritas muslim seperti Tiongkok, yang telah mencapai 32,51 Miliar
USD. Pada tahun 2025, peringkat Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) juga
turun dari posisi ke 1 tahun 2024 menjadi ke-5, meskipun dapat mempertahankan skor GMTI
sebesar 76.
Hal ini menunjukkan kinerja yang stabil namun tertinggal jika dibandingkan akselerasi capaian negara ramah muslim lainnya. Pencapaian peringkat Indonesia pada beberapa tahun terakhir dan puncaknya di tahun 2025 tidak lepas dari upaya seluruh pihak untuk bersinergi membumikan ekonomi syariah, salah satunya melalui ISEF. Pada tahun 2014, Indonesia masih menduduki peringkat 10 dalam SGIE Score dan jauh di bawah Malaysia yang telah mencapai peringkat pertama.
Dia menyebut, salah satu indikator penunjang peningkatan predikat ini didorong oleh indikator literasi keuangan syariah masyarakat yang bermuara pada perluasan ekosistem halal, mencakup halal food, muslim travel, dan modest fashion. Kini, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-3 di dunia dalam kancah ekonomi syariah.
"Untuk ke depan, diperlukan berbagai upaya membangun daya saing melalui penguatan
perdagangan produk halal, kolaborasi internasional, dan peran strategis pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia di kancah global, "harapnya.