money-moves

Purbaya Ungkap Dampak Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu Tempe Jadi Korban

Minggu, 7 Juni 2026 | 20:05 WIB
Lindungi Pengrajin Tahu Tempe hingga Ibu Rumah Tangga, Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah. (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menekan biaya produksi pelaku usaha kecil. Langkah ini dinilai penting, terutama bagi pengrajin tahu dan tempe yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, stabilitas rupiah akan membantu menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, pelaku usaha tidak perlu membebankan kenaikan harga kepada konsumen.

“Sebelumnya saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor. Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Kunjungi Singapura, Vietnam, dan Indonesia, Hal Ini yang akan Dibahas Wamenlu AS Christopher Landau

Menurutnya, pemerintah akan terus menyelaraskan berbagai kebijakan ekonomi agar pergerakan rupiah semakin stabil. Upaya tersebut diharapkan memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil sekaligus meringankan beban rumah tangga.

“Dengan kebijakan yang lebih bagus, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi beban hidupnya, tidak mengalami banyaknya beban hidup yang terlalu signifikan,” katanya.

Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter guna meningkatkan efektivitas kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas pasar keuangan.

“Sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita, di level makro maupun di level mikro ke depannya. Kita harus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga perkembangan kita semakin cepat. Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan koordinasi dengan bank sentral,” tambah Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendukung penguatan koordinasi dengan Bank Indonesia agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras. Sinergi tersebut diyakini menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.

“Kita akan mendukung bank sentral untuk koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ujarnya.

Baca Juga: Defisit APBN Tetap Rendah, Purbaya Yakin Fiskal Indonesia Sangat Baik

Purbaya optimistis koordinasi yang semakin solid akan memperkuat fundamental rupiah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah. Sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan. Yang penting adalah kita ingin melihat dampak kemasyarakat yang positif dari rupiah itu,” tutupnya.***

Tags

Terkini