Pernyataan ini, bersamaan dengan pengakuan tentang kepemilikan Bitcoin dan fiat dalam jumlah besar, menarik perhatian besar terhadap Telegram dan Pavel Durov.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kenang Naik Kereta Saat Masa Muda, Kini Jadikan Prioritas Pembangunan
Dalam pembicaraannya tentang tantangan privasi, Durov menyatakan bahwa pemerintah AS telah mencoba memaksa seorang insinyur Telegram untuk memasang pintu belakang untuk pengawasan.
Namun, Durov tetap optimis dan memperkirakan bahwa akan ada perangkat komunikasi perangkat keras yang aman di masa depan, mirip dengan dompet perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan mata uang kripto.
Secara keseluruhan, pengakuan Pavel Durov tentang kepemilikannya atas Bitcoin dan fiat selama 10 tahun terakhir telah menjadi topik hangat dalam dunia kripto.
Keputusannya untuk tetap memegang aset tersebut sambil fokus pada kebebasan dan pengembangan Telegram menunjukkan komitmennya terhadap privasi dan independensi.
Dengan hampir 900 juta pengguna aktif, Telegram terus berkembang tanpa menghabiskan biaya untuk iklan.
Dengan visi Durov untuk menciptakan perangkat komunikasi perangkat keras yang aman, Telegram tampaknya siap menghadapi tantangan privasi di masa depan. ***