PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kota Pontianak belakangan ini lagi seru-serunya.
Kalau kamu perhatikan timeline media sosial atau jalanan kota pada akhir pekan, komunitas hobi baru makin menjamur.
Baca Juga: Xennial: Generasi Jembatan Antara Gen X dan Milenial yang Paling Adaptif
Mulai dari skena lari pagi (running club) dengan outfit olahraga yang estetik, tren sepeda urban, hunting foto pakai kamera saku jadul (digicam), sampai komunitas kolektor mainan dan desainer lokal.
Bergabung dengan komunitas hobi memang bagus banget untuk memperluas jaringan (networking) dan melepas stres setelah penat bekerja.
Tapi, ada satu fenomena yang harus kita bicarakan secara jujur: Gengsi Skena.
Baca Juga: Dari Pontianak ke Pasar Global: Saat Anak Muda Bisa Digaji Dolar dari Kamar Kos
Banyak investor pemula atau pekerja muda di Pontianak yang awalnya cuma pengen ikut-ikutan biar punya kegiatan positif, malah berakhir boncos alias bangkrut di akhir bulan.
Mengapa? Karena mereka terjebak lifestyle inflation—merasa harus membeli peralatan paling mahal dan outfit paling bermerek demi bisa setara dengan anggota komunitas lainnya.
Biar kamu gak kejebak siklus Eksis tapi Krisis ini, yuk kita bedah strategi money moves agar hobimu tetap jalan, tapi tabungan tetap aman!
1. Sadari Level Finansial Sendiri (Gak Usah FOMO!)
Jebakan paling sering dalam sebuah komunitas adalah melihat peralatan milik orang lain yang sudah senior.
Kalau kamu baru bergabung di skena lari misalnya, kamu gak harus langsung membeli sepatu lari khusus seharga Rp2,5 juta hanya karena semua orang di sirkelmu memakainya.
Gunakan apa yang kamu punya terlebih dahulu.
Ingat, esensi dari hobi adalah kegembiraan dan manfaatnya bagi tubuh atau pikiranmu, bukan seberapa mahal logo yang menempel di badanmu.
Koleksi atau alat yang mahal itu dicicil secara sehat dari sisa bonus kerjaan, bukan dipaksakan lewat fitur Paylater.
Artikel Terkait
Upgrade RAM Laptop vs Beli Reksa Dana: Mana Investasi Gadget yang Paling Cepat Menghasilkan Uang Kembali?
Menunggangi Tren 'Coffee Badging' Global: Cara Anak Muda Pontianak Amankan Kerja Remote Internasional Berbayar Dolar
Dari Pontianak ke Pasar Global: Saat Anak Muda Bisa Digaji Dolar dari Kamar Kos
Xennial: Generasi Jembatan Antara Gen X dan Milenial yang Paling Adaptif
KH Suyuti Toha: Persatuan Bangsa Harga Mati di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia
Silaturahmi Ulama dan Tokoh Lintas Agama di Yogyakarta, KH Suyuti Toha Tegaskan Komitmen Kebangsaan