Coretax Bikin Pusing Kemenkeu, Sistem Seharga Rp1,3 T Dibilang Produk Gagal

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:03 WIB
Menkeu Purbaya menduga sejak awal tak ada quality control soal Coretax.  (Ilustrasi: pajak.go.id)
Menkeu Purbaya menduga sejak awal tak ada quality control soal Coretax. (Ilustrasi: pajak.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan bahwa perbaikan sistem administrasi perpajakan Coretax yang dijanjikan rampung pada akhir Oktober 2025, tampaknya akan molor.

Dalam laporannya, Purbaya menyebut masih ada sejumlah kendala dalam sistem tersebut, terutama karena kontrak dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, LG CNS Qualysoft, baru akan berakhir pada Desember 2025.

Baca Juga: Publik Rindu STY, PSSI Sibuk Bicara Forward Tanpa Kepastian ke Mana Arah Sepak Bola Nasional

Akibatnya, penyempurnaan Coretax diperkirakan baru benar-benar tuntas pada Januari atau Februari 2026.

Ia juga mengungkap bahwa sistem Coretax kemungkinan besar tidak melalui proses uji coba yang memadai sebelum diluncurkan awal tahun ini.

“Pada waktu delivery-nya, dugaan saya nggak dicek dengan baik. Sebelum dipakai itu harusnya dicoba dulu,” ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat, (24/10/2025). 

Menurutnya, sejumlah perbaikan memang sudah dilakukan selama sebulan terakhir, tetapi hasilnya belum memuaskan.

“Bahkan dengan perbaikan sekarang aja, saya suruh teman tes, dalam 15 menit sudah kelihatan erornya. Dia bilang, kalau level segitu ya gagal produknya,” kata Purbaya.

Lebih lanjut, ia menilai proses quality control Coretax tidak dijalankan secara serius.

“Saya nggak tahu, mungkin di sini bukan engineer, jadi mikirnya langsung jadi bagus. Kalau saya kan walaupun ekonom, dulunya insinyur, jadi paham bahwa semua sistem harus dites,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa perangkat lunak idealnya diuji dari skala kecil hingga besar sebelum peluncuran publik.

“Software itu nggak pernah langsung sempurna. Lihat saja Windows, dari versi 1 sampai 11, kesalahan terus diperbaiki. Tapi pas mau di-launch, harusnya sudah minim salahnya,” ujarnya.

Purbaya menegaskan keterlambatan perbaikan disebabkan keterikatan kontrak dengan LG yang membatasi akses teknis ke dalam sistem.

“Saya bilang satu bulan, tapi nggak bisa masuk karena kontrak. Saya yakin Januari sudah selesai,” katanya.

Ia juga menyoroti kualitas pekerjaan LG yang dinilainya di bawah standar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X