Stefanus Akim, merupakan ayah dari siswa TK Cahaya Mentari, Auristella Vianney Panamuan.
Saat hadir di kelas Stefanus Akim membawa alat peraga seorang wartawan, seperti handphone berkamera untuk mengambil foto dan video.
Ia juga membawa contoh koran serta menunjukkan website dan media sosial kepada anak-anak.
Stefanus Akim mengatakan ini adalah pengalaman pertama bicara di hadapan siswa TK. Ia mengaku dibutuhkan effort atau usaha dan kerja keras yang besar saat berada di hadapan anak-anak TK.
Ia mengaku dari pengalaman tak sampai satu jam itu ia akhirnya paham bagaimana kerja kerasnya bapak/ibu guru tingkatan TK saat di depan kelas.
Sementara itu Wijaya Dozen, mengatakan Sekolah Cahaya Mentari mencakup tingkat KB-TK dan SDS.
Sekolah Cahaya Mentari merupakan sekolah bilingual atau dua Bahasa yang berdiri di bawah naungan Yayasan Kasih Bunda Abadi.
Wijaya Dozen menambahkan, sistem dan metode pembelajaran yang dilakukan bertujuan mengoptimalkan perkembangan anak di sisi sosial emosional, kognitif, bahasa, seni dan life skill, berdasarkan kurikulum Nasional dan adaptasi pembelajaran internasional seperti Letterland dan Han Yu Le Yuan.
“Penyampaian materi belajar disampaikan dengan seimbang antara teori dan praktik, menjunjung tinggi pendidikan karakter dan moral anak,” kata Wijaya Dozen.
Ia mengatakan, Sekolah KB-TK Cahaya Mentari juga membantu anak dalam mengembangkan bakat dan talenta mereka di berbagai bidang, melatih kepercayaan diri, keterampilan diri, kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan rutin bulanan yang dilakukan.
Tak lupa ia mengatakan, KB-TK_SDS Cahaya Mentari sedang membuka pendaftaran murid untuk tahun ajaran 2023-2024.
Ada pun informasi lebih jelas bisa menghubungi sekretariat sekolah di nomor telepon o812 5447 6862 untuk KB-TK serta untuk SD di nomor 0853 8692 9528.
“Bisa juga datang langsung ke sekolah untuk KB-TK di Jl Merdeka No 601. Sedangkan SD di Jl HOS Cokroaminoto No 326,” ungkap Wijaya Dozen. ****
Artikel Terkait
SMA Negeri 1 Pontianak Rayakan HUT Ke 69 Tahun, Berikut Riwayat Singkat Berdirinya hingga Jadi Sekolah Favorit
Gubernur Kalbar Sutarmidji: Tak Mampu Beli Seragam Sekolah Silakan Lapor, Tiap Tahun Tersedia 70 Ribu Stel
Buka Lokakarya Guru, Bupati Melawi Minta Prioritaskan Pembangunan Pendidikan
Amerika Serikat dan Indonesia Luncurkan Kemitraan Perkuat Pendidikan Tinggi
Prodi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak Launching 6 StudyClub dan Pengembangan Riset Inovatif Berbasis IoT