Gubernur Kalbar Sutarmidji: Tak Mampu Beli Seragam Sekolah Silakan Lapor, Tiap Tahun Tersedia 70 Ribu Stel

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 6 Oktober 2022 | 00:07 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji menyerahkan bansos kepada warga di Teluk Pakedai, Kubu Raya, Kalbar. (ist/kalbarprov.go.id)
Gubernur Kalbar Sutarmidji menyerahkan bansos kepada warga di Teluk Pakedai, Kubu Raya, Kalbar. (ist/kalbarprov.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA - Dalam rangka mengendalikan inflasi dan mitigasi dampak inflasi, Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji SH MHum, mengunjungi Kecamatan Teluk Pakedai, Minggu, 2 Oktober 2022.

Kecamatan Teluk Pakedai terletak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sutarmidji menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) Paket Bahan Pangan yang merupakan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka pengendalian Inflasi dan Mitigasi dampak Inflasi di Aula Kantor Camat Teluk Pakedai.

Adapun paket sembako yang diberikan dengan berjumlah 300 paket yang terdiri dari beras 5 Kg, gula 2 Kg, minyak goreng premium 2 liter, mi instan 10 bungkus dan 1/4 Kg bawang putih.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar menjelaskan bahwa penyerahan Bansos ini merupakan rangkaian dalam pengendalian inflasi di Kalimantan Barat.

"Alhamdulillah kita (Provinsi Kalimantan Barat, ed) menjadi satu di antara yang terbaik dalam pengendalian inflasi. Kita mendapat insentif dan akan saya gunakan untuk membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat," ungkap Sutarmidji dalam sambutannya seperti dikutip dari kalbarprov.go.id.

Selain itu, orang nomor satu di Kalbar ini berpesan kepada para orang tua agar anak-anaknya mengenyam bangku sekolah minimal di tingkat SMA/SMK, karena tidak ada pungutan biaya.

"Jika tidak mampu beli pakaian sampaikan, karena setiap tahun Pemerintah Provinsi selalu menyediakan kurang lebih 40-60 persen. Tepatnya 70 ribu stel pakaian dan sepatu, topi, tas, dan sebagainya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah," harapnya.

Kemudian dalam melindungi pelayanan kesehatan, Gubernur Kalbar mengharapkan masyarakat untuk memiliki BPJS. Paling tidak dengan BPJS diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan.

"Urus dari sekarang. Biasanya bulan Oktober, November, dan Desember merupakan waktu pendataan untuk BPJS. Bapak ibu silahkan ke kantor desa, beritahu kalau memang tidak mampu dan selanjutnya akan di verifikasi di lapangan,” kata Sutarmidji.

“Jangan ada lagi kalau sakit BPJS tidak ada sehingga tidak bisa berobat. Sering terjadi ketika sudah sakit dan masuk rumah sakit baru mengurus BPJS, itu tidak bisa cepat karena proses administrasinya aktif harus menunggu selama 14 hari," terang Sutarmidji.

Setelah menyerahkan bantuan, Gubernur Sutarmidji menyempatkan waktu untuk berjalan kaki mengunjungi Koramil dan Polsek Teluk Pakedai seraya menyapa masyarakat yang ada di sekitar lokasi. ****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: kalbarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X