PONTIANAKGLOBE -- Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Barat mencapai Rp1,36 triliun untuk 19.907 debitur.
Kepala Perwakilan DJPb Kalbar Kukuh Sumardono Basuki mengatakan nilai itu sama seperti pada tahun sebelumnya dengan penyaluran KUR terbesar terdapat di Kabupaten Kubu Raya dengan total penyaluran Rp202,11 miliar diikuti oleh Kota Pontianak dengan penyaluran Rp177,37 miliar.
"Setiap penyaluran KUR dan UMi terdapat subsidi bunga dari pemerintah yang manfaatnya seharusnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya di daerah tertentu tetapi hingga pelosok negeri sekalipun," kata Kukuh Sumardono Basuki dikutip Pontianak Globe, Rabu (5 Juli 2023).
Baca: SDM Terbatas, DJPb Kalbar Gandeng Media Sosialisasi KUR dan UMi
Sedangkan, lanjut Kukuh Sumardono Basuki, penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) hingga 31 Mei 2023 mencapai 3.136 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp14,53 miliar.
Dia mengatakan Kota Pontianak menjadi wilayah dengan jumlah debitur UMi paling banyak yaitu 632 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp2,79
miliar diikuti oleh Kabupaten Ketapang sebesar Rp2,09 miliar.
"Sementara itu sampai dengan bulan akhir Mei 2023 belum terdapat penyaluran di Kabupaten Melawi. Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penyaluran KUR dan UMi di wilayah Kalbar serta mendorong pemerintah daerah dengan berkolaborasi perbankan agar semakin menguatkan pembiayaan terhadap pelaku usaha di daerah," kata Kukuh Sumardono Basuki.
Artikel Terkait
Lies Herawati Bisa Bangun Usaha Kerajinan Bosara di Makassar Setelah Rajin Ikut Pelatihan dan KUR BRI
Bagi Pelaku UMKM Wajib Baca, KUR BRI 2023 Sudah Dibuka. Berikut Ini Syarat dan Ketentuannya
SDM Terbatas, DJPb Kalbar Gandeng Media Sosialisasi KUR dan UMi