PONTIANAKGLOBE - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat Kukuh Sumardono Basuki mengajak media online dan elektronik dalam mengkritisi pengelolaan keuangan negara khususnya penyaluran dana KUR dan UMi supaya dapat menumbuhkan UMKM di daerah.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertemakan "Dampak Penyaluran APBN dan KUR & UMi Bagi Kemajuan Ekonomi Kalimantan Barat", di Kota Pontianak, Senin (12 Juni 2023).
"Perlu perhatian dari Pemda untuk mendorong realisasi belanja pada APBD Kalbar, kolaboran bersama media sangat diperlukan. SDM kami terbatas dan cakupan kerja luas," kata Kukuh Sumardono Basuki dikutip Pontianak Globe, Selasa (13 Juni 2023).
Apalagi pertumbuhan ekonomi Kalbar, menurutnya, kuat dan stabil sehingga tidak bisa hanya pihak terkait yang bergerak agar UMKM dan bisnis di Kalbar hidup.
Kukuh Sumardono Basuki mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi) didata per 30 April 2023 per Rp896,50 miliar bagi 12.088 debitur dari total target Rp5 triliun lebih untuk Kalbar.
Menurutnya, Kubu Raya masih kabupaten yang terbesar mendapatkan pendanaan KUR sebanyak Rp135,68 miliar dan urutan kedua adalah Rp117,68 miliar.
Adapun untuk UMi total penyaluran Rp14,06 miliar, dengan Kota Pontianak penerima terbesar dana UMi mencapai Rp2,49 miliar untuk 624 debitur.
Artikel Terkait
Kelompok Usaha Serdang Bedagai Sulap Anyaman Pandan Jadi Produk Ekspor. Usaha Makin Maju Setelah Dapat KUR BRI
Lies Herawati Bisa Bangun Usaha Kerajinan Bosara di Makassar Setelah Rajin Ikut Pelatihan dan KUR BRI
Bagi Pelaku UMKM Wajib Baca, KUR BRI 2023 Sudah Dibuka. Berikut Ini Syarat dan Ketentuannya