Faktor yang Memperparah
Lebih lanjut, Daniel menyebut cuaca ekstrem dan terbatasnya sumber daya sebagai dua faktor utama yang memperberat proses pemadaman.
Baca Juga: Mensesneg Tegaskan Hadiah Rolex dari Prabowo untuk Timnas Bukan Pakai APBN
“Kami kekurangan sumber air di beberapa titik, dan peralatan pemadam yang tersedia juga terbatas. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” katanya.
Daniel menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti drone dan sistem informasi geografis (GIS) untuk pemantauan kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat merugikan dan membahayakan,” tegas Daniel.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran menjalar ke permukiman warga. ***
Artikel Terkait
Ajak Pemuda Kalbar Peduli Tangani Karhutla, Pandawa Ganjar Undang BPBD Kalbar Berikan Penyuluhan
Petugas Berjuang Padamkan Karhutla, Sekitar 2 Hektare Lahan Terbakar di Desa Malek, Sambas Begini Kondisinya
Status Darurat Asap Berakhir, Begini Capaian Penanganan Karhutla 2024 di Kalbar
Upaya Pemadaman Karhutla, BNPB Gunakan 7 Helikopter dan 14 Juta Liter Air di Kalbar
Tanggap Darurat Karhutla, Dinas Kesehatan Kubu Raya Siapkan Obat dan Masker di Puskesmas
BPBD Kalbar dan TNI Padamkan Karhutla di Kuala Dua, Hadapi Sejumlah Kendala di Lapangan