PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA, KALBAR -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, telah menyiagakan obat-obatan, oksigen, dan peralatan medis di puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan dan desa untuk melayani masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, di Kubu Raya, Selasa, 29 Oktober 2024, menyebutkan sejauh ini belum ada laporan masyarakat yang terdampak ISPA akibat karhutla.
Baca Juga: Prabowo Selalu Suarakan Antikorupsi, Peneliti: Kesungguhan Lanjutkan Legasi Sang Kakek dan Ayah
"Namun kami sudah menyiapkan berbagai keperluan medis di puskesmas," ujar Wan Iwansyah.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari puskesmas, hingga kini belum ada temuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut.
Pemantauan kualitas udara juga masih berada dalam standar aman atau belum mencapai tingkat yang membahayakan.
Dinas Kesehatan Kubu Raya juga terus mengedukasi masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu menggunakan alat pelindung diri, seperti masker.
"Untuk sementara, masker dan vitamin kami berikan ke BPBD untuk petugas di lapangan yang memadamkan api. Jika kualitas udara memburuk dan masuk kategori berbahaya, kami akan membagikan masker dan vitamin kepada masyarakat," jelasnya.
Baca Juga: Kesempatan Masuk Pasar Global! BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Buka Pendaftaran untuk UMKM
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya, Yusran Anizam, memastikan bahwa Dinas Kesehatan siap menangani masyarakat yang terdampak karhutla. Ia juga menyebutkan bahwa Pj Bupati Kubu Raya telah mengeluarkan maklumat untuk penanganan karhutla secara terintegrasi.
Yusran menyebutkan seluruh unit layanan kesehatan berada dalam kondisi siaga penuh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Herry Purwoko, menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap luas lahan yang terbakar, khususnya di wilayah Kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, dan Ambawang.
Baca Juga: Rodri Sabet Ballon d'Or 2024, Sejarah Baru untuk Manchester City dan Timnas Spanyol
"Belum dapat kami hitung secara pasti luas lahan yang terbakar karena api masih aktif dan berpotensi meluas. Biasanya kami akan melakukan penghitungan setelah api padam," ujarnya.
Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, melaporkan adanya 25 titik api pada Selasa (29/10). Titik api tersebut tersebar di beberapa wilayah, termasuk tujuh di Sambas, delapan di Ketapang, satu di Sintang, satu di Kayong Utara, satu di Melawi, lima di Kubu Raya, dan dua di Pontianak.
Artikel Terkait
Kepala BNPB Suharyanto Dorong Daerah Siapkan Embung dan Waduk Tampung Pasokan Air Cegah Karhutla
Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Kolaborasi dan Teknologi Cegah Karhutla Sebagai Dampak El Nino
Ajak Pemuda Kalbar Peduli Tangani Karhutla, Pandawa Ganjar Undang BPBD Kalbar Berikan Penyuluhan
Petugas Berjuang Padamkan Karhutla, Sekitar 2 Hektare Lahan Terbakar di Desa Malek, Sambas Begini Kondisinya
Status Darurat Asap Berakhir, Begini Capaian Penanganan Karhutla 2024 di Kalbar
Upaya Pemadaman Karhutla, BNPB Gunakan 7 Helikopter dan 14 Juta Liter Air di Kalbar