PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Seorang Pengasuh Pondok Pesantren, KH Usman Ali Salman Masykuri, yang sempat menjadi sorotan karena tertawa terbahak-bahak saat Gus Miftah mengolok-olok penjual es teh bakul, akhirnya meminta maaf.
Namun, ia mengaku belum bertemu langsung dengan penjual es teh bernama Sunhaji.
Baca Juga: Top-Up Saldo BRIZZI Milik BRI Selama Natal dan Tahun Baru Kini Lebih Mudah, Ini Pilihan Kanalnya
KH Usman Ali menjelaskan bahwa ia telah mencoba menemui Sunhaji, tetapi belum sempat bertatap muka.
Ia menyampaikan permintaan maaf melalui panggilan video setelah beberapa kali gagal bertemu langsung.
Tindakan KH Usman Ali saat acara salawatan di Magelang dinilai publik sebagai kurang empati.
Dalam keterangannya pada Senin, 9 Deember 2024, ia menyatakan bahwa tawanya saat itu adalah reaksi spontan terhadap humor Gus Miftah yang dikenal santai.
Namun, ia mengakui bahwa perilakunya salah dan meminta maaf kepada Sunhaji, keluarga, serta masyarakat yang merasa tersinggung.
Usman Ali menegaskan peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih berhati-hati di masa depan.
Aksi Damai dan Respon Publik
Di sisi lain, dukungan untuk Gus Miftah terus berdatangan.
Kelompok Santri Jalanan menggelar aksi damai di Yogyakarta, menolak pengunduran diri Gus Miftah dari jabatan sebagai utusan khusus presiden.
Mereka menilai kontribusi Gus Miftah selama ini sangat besar.
Koordinator aksi, Indra Eka Putra, berharap Presiden Prabowo Subianto menolak pengunduran diri tersebut.
Artikel Terkait
Harapan dan Keajaiban Masa Advent Menuju Natal
Nasib Minoritas Kristen di Suriah Pasca Jatuhnya Rezim Bashar al-Assad. Begini Harapan Kardinal Mario Zenari
BRI Salurkan KUR Rp175,66 Triliun kepada 3,7 Juta Debitur, Upaya Dorong UMKM Indonesia Semakin Bertumbuh
Dukung Ekosistem Digital UMKM, BRI Hadirkan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR. Begini Cara Mudah Daftar BRI Merchant
Prabowo Dorong Digitalisasi untuk Perangi Korupsi dan Reformasi Birokrasi
Hana Hanifah, dari Artis FTV hingga Kasus Transfer Uang SPPD Fiktif yang Menyita Perhatian