Ibu Rumah Tangga Tewas Diterkam Buaya di Perkebunan Sawit di Kabupaten Ketapang

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 5 Desember 2024 | 22:46 WIB
Ilustrasi seekor buaya di sungai. (Pontianak Globe)
Ilustrasi seekor buaya di sungai. (Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Air Hitam Besar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalbar, pada Kamis pagi, 5 Desember 2024.

Seorang ibu rumah tangga berinisial A (44) yang berasal dari Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan, meninggal dunia setelah diterkam buaya di area perkebunan sawit milik Perusahaan Berkat Nabati Sejahtera (BNS), Kendawangan.

Baca Juga: Peristiwa Tragis! Dua Balita Tenggelam di Sungai Sengawang Kabupaten Sambas, Satu Meninggal

Menurut keterangan saksi, R (38), yang merupakan rekan kerja korban, kejadian tersebut berawal ketika keduanya sedang bekerja di perkebunan.

Tiba-tiba, korban melihat seekor buaya tidak jauh dari mereka.

Korban segera mengajak saksi untuk berlari menjauh dari lokasi buaya tersebut.

Namun, buaya tersebut mengejar dan berhasil menggigit tangan kiri korban, lalu menyeretnya ke parit yang ada di sekitar area kebun.

Saksi berusaha keras menarik korban agar bisa diselamatkan dari serangan buaya tersebut.

Kapolres Ketapang, AKBP Setiadi, melalui Kapolsek Kendawangan, IPTU Bagus Tri Baskoro, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Baca Juga: 4 Fakta Kontroversi Gus Miftah yang Sebut 'Goblok' ke Penjual Es Teh Bakul hingga Temui Sang Pedagang Setelah Dikecam Publik

“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera menuju lokasi," kata Kapolsek Kendawangan.

Tim gabungan dari Polsek Kendawangan, BPBD, pihak perusahaan BNS, dan warga sekitar melakukan pencarian menggunakan perahu mesin.

"Sekitar satu setengah jam kemudian, tim gabungan menemukan jenazah korban tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek melanjutkan, saat ditemukan, tubuh korban masih berada dalam cengkraman buaya yang muncul di area parit perkebunan.

Tim gabungan lalu mendekati buaya, yang akhirnya melepaskan tubuh korban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X