Provinsi Kapuas Raya, Menimbang Janji Politik dan Fakta di Lapangan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 9 September 2024 | 21:34 WIB
Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, bakal pasangan calon Gubernur Kalbar 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, bakal pasangan calon Gubernur Kalbar 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Nama Kapuas Raya seringkali muncul dalam berbagai kampanye politik sebagai simbol harapan akan kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan untuk masyarakat Kalimantan Barat.

"Dalam banyak kesempatan, nama ini dianggap sebagai kunci untuk masa depan yang lebih baik bagi daerah tersebut, dan menjadi fokus utama dari visi para calon pemimpin," kata Direktur Cerdas Demokrasi IndonesiaKrisantus Heru Siswanto, Senin, 9 September 2024.

Baca Juga: Begini Cara Mengelola Royalti Musik, Berkaca dari Kasus Fanny Soegi dan Soegi Bornean

Krisantus Heru menyebutkan, Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan, dua sosok yang dikenal karena dedikasi dan konsistensinya, sering dipandang sebagai pemimpin yang mampu merealisasikan mimpi ini.

Ia menambahkan pasangan bakal calon Gubernur Kalbar 2024, Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, dikenal dengan gagasan tentang pemekaran Kapuas Raya, yang dianggap sebagai solusi untuk masalah pembangunan yang tidak merata di Kalimantan Barat.

Namun, di balik semua janji tersebut, muncul pertanyaan tentang kepercayaan masyarakat pada Pilgub Kalbar 2024.

Baca Juga: Fanny Soegi Ungkap Masalah Royalti Lagu 'Asmalibrasi' dengan Soegi Bornean

"Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak janji-janji yang disampaikan terasa tidak efektif dan tidak relevan," kata Krisantus Heru.

Masyarakat mulai mempertanyakan apakah Provinsi Kapuas Raya hanyalah sebuah slogan politik yang sering diulang untuk menarik suara, tanpa ada niat serius untuk mewujudkannya.

"Apakah janji-janji ini masih dapat diterima di tengah ketidakpastian yang semakin meningkat? Kalimantan Barat, dengan keragaman dan kekayaan sumber dayanya, memerlukan lebih dari sekadar janji kosong," kata Krisantus Heru.

Masyarakat kini lebih menyadari bahwa mereka membutuhkan tindakan nyata, bukan mimpi indah yang hanya diceritakan selama kampanye dan tidak pernah terwujud.

Baca Juga: Kekuatan Ikatan Biologis dan Keberagaman dalam Demokrasi Indonesia

Mereka menginginkan pemimpin yang tidak hanya berjanji, tetapi juga dapat memberikan hasil yang konkret.

Pemimpin masa depan di Kalimantan Barat harus menunjukkan konsistensi dan keseriusan, bukan sekadar mengulang janji-janji yang tidak berujung.

Janji tentang Provinsi Kapuas Raya kini tampak semakin hampa jika tidak disertai dengan tindakan nyata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X