PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Untuk menjadi Lansia (lanjut usia) yang sehat, bugar, produktif dan bahagia kita perlu mempunyai perilaku hidup bersih dan sehat.
Baca Juga: Booster Vaksin COVID-19 Bagi Lansia Sudah Dimulai, Presiden Jokowi Pakai Vaksin Buatan Dalam Negeri
Perilaku hidup bersih sehat pada Lansia diantaranya adalah biasakan untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan, berenang, dan bersepeda.
Aktivitas fisik dilakukan sekurang-kurangnya 30 menit sehari dengan frekuensi 3-5 kali seminggu; Senam lansia juga dapat dilakukan dengan pelatih untuk menjaga fleksibilitas otot dan keseimbangan; Utamakan keselamatan.
Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman dan menunjang Gerakan; Selalu mengikuti anjuran petugas kesehatan jika ada keluhan setelah melakukan aktivitas fisik.
Dokter Astari Nurtilawati selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gang Sehat, memaparkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat pada Lansia pada acara Pos Pelayanan Terpadu Lansia Paroki Keluarga Kudus yang dipadukan dengan kegiatan pemeriksaan rutin kesehatan Lansia, Sabtu 16 September 2023, di Gedung Dewan Pastoral Paroki Keluarga Kudus, Pontianak Selatan.
Baca Juga: Orangtua Wajib Hati-hati Jika Anak Mulai Mengeluh ini, Bisa Jadi Pertanda Gagal Ginjal Akut
Dalam kegiatan yang difasilitasi Seksi Keluarga, Seksi Kesehatan dan Seksi Liturgi Kreatif DPP Paroki Keluarga Kudus tersebut mengikutsertakan PMI Kota Pontianak untuk kegiatan donor darah.
Dikemukakan Astari Nurtilawati, meningkatnya jumlah lanjut usia merupakan dampak dari keberhasilan
pembangunan kesehatan dengan menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya umur harapan hidup yang dapat menjadi tantangan bagi lanjut usia itu sendiri maupun bagi keluarga, masyarakat dan negara.
Secara alami sosial, makin bertambah usia seseorang makin banyak mengalami permasalahan fisik, mental, spiritual, ekonomi dan sosiall.
Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lanjut usia adalah masalah kesehatan akibat proses penuaan dan terjadi kemunduran fungsi sel-sel tubuh (degeneratif); Perlu upaya untuk meningkatkan kesehatan yang sudah dimulai semenjak dalam kandungan sampai memasuki usia lanjut untuk menjadi lansia yang tetap sehat dan aktif.
Astari Nurtilawati menjelaskan, Lansia adalah seseorang yang sudah memasuki usia 60 tahun atau lebih; Pra lansia adalah seseorang yang akan memasuki usia lanjut (umur 45 -59 tahun). Sedangkan Pra lansia dan Lansia sendiri digolongkan menjadi 3 yaitu : Pra lanjut usia (45 -59 tahun); Lanjut usia (> 60 tahun); Dan kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun atau lansia dengan masalah kesehatan.
*Waspada Perubahan Fisik dan Mental Lansia*
Beberapa perubahan fisik pada Lansia, ujar Astari Nurtilawati, terjadi penurunan sistem kerja jantung, paru-paru, liver (hati); Ada kemunduran fungsi ginjal mempengaruhi proses buang air kecil;
Artikel Terkait
Semakin Mengasihi dan Lebih Peduli, Surat Gembala APP Keuskupan Agung Pontianak 2023
Patung Bunda Maria Ditutupi Terpal Belum Dapat Izin Keuskupan Agung Semarang, Ini Penjelasan Lengkapnya
Kementerian PUPR Selesai Bangun Katedral Keuskupan Agung Kupang Senilai Rp24,08 Miliar
100 Imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma Bersama Mgr Agustinus
Perayaan Misa Lektor dan Akolit: 21 Frater Siap Jalani Tugas Pastoral di Keuskupan Agung Pontianak
Mgr Agustinus Peletakkan Batu Pertama Rumah Istirahat Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak di Nyarumkop