Perayaan Misa Lektor dan Akolit: 21 Frater Siap Jalani Tugas Pastoral di Keuskupan Agung Pontianak

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 11 Agustus 2023 | 13:26 WIB
Perayaan misa Lektor dan Akolit bagi 21 Frater yang telah dipersiapkan untuk menjalani tugas pastoral di tempat-tempat yang telah ditetapkan (Pontianak Globe/Komsos KAP @Samuel OFS)
Perayaan misa Lektor dan Akolit bagi 21 Frater yang telah dipersiapkan untuk menjalani tugas pastoral di tempat-tempat yang telah ditetapkan (Pontianak Globe/Komsos KAP @Samuel OFS)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pada 10 Agustus 2023 di Kapel Sang Pamanih STT Pastor Bonus Seminari Santo Ventimiglia Siantan Pontianak, dalam sebuah upacara yang penuh haru, Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, memimpin perayaan misa Lektor dan Akolit bagi 21 Frater.

Para frater tersebut dipersiapkan untuk menjalani tugas pastoral di tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh Uskup Agustinus.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah imam, biarawan, biarawati, Gotaus dan komunitas umat Katolik.
Ke-21 Frater yang akan melangkah ke dalam tugas pastoral ini yaitu:
1. Frater Adrianus Ariberto dari Ketapang
2. Frater Adrianus Nero dari Pontianak
3. Frater Agustinus Gusti Randa dari Ketapang
4. Frater Agustinus Hendra dari Sintang
5. Frater Andreas Pisin dari Pasionis
6. Frater Dominikus Irpan dari Pontianak
7. Frater Fransiskus Dedyanto dari Pasionis
8. Frater Gerwin Bernardus Putra dari Pontianak
9. Frater Jakarias Sukardi dari Pontianak
10. Frater Libertus Ragut dari Pasionis
11. Frater Nobertus Epo dari Pasionis
12. Frater Patrisius Yosep Eko Kelen dari Pasionis
13. Frater Petrus Melki dari Pasionis
14. Frater Rangga dari Pontianak
15. Frater Ricky Setiawan Pabayo dari Pontianak
16. Frater Silvanus dari Pontianak
17. Frater Stefanus Henjuk dari Pasionis
18. Frater Tarigas Balo Raya dari Pontianak
19. Frater Timotius dari Pontianak
20. Frater Vinsensius De Paulo Sabindo dari Pasionis
21. Frater Yosua Raydo Anka dari Pontianak

Dalam homilinya, Uskup Agustinus Agus mengajak para Frater untuk merenungkan arti penderitaan dan pengorbanan dalam pelayanan mereka, mengaitkannya dengan ajaran Yesus yang mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan manusia.

Dia memotivasi para Frater untuk melihat penderitaan sebagai sebuah berkat, sebagai upaya untuk tumbuh dan berbuah dalam iman.

"Seperti pohon yang mati menjadi pupuk untuk sekitarnya, begitu juga penderitaan kita dapat menjadi penguat dalam pelayanan," kata Uskup Agustinus.

Pupuk untuk Dunia
Menurut Uskup Agustinus dalam semangat pelayanan seorang imam yang mati adalah keduniawiannya, satu hal yang sangat mendalam, kalau mati pasti kita menderita.

“Saat saya merenungkan lagi, seakan-akan kita dipanggil untuk menderita, dengan cara inilah penderitaan dalat dilihat sebagai berkat,” Tambah Uskup Agustinus.

Begitu juga dengan menderita seperti pengalamannya, Uskup Agustinus menggarisbawahi untuk mengubah penderitaan menjadi berkat.

“Mari kalau kita dihina sedikit mari kita ikuti rasakan apa yang Yesus alami, Itulah yang membuat suburnya membuat perwartaan kita,” kata Uskup Agustinus.

Menurutnya sebagai pengikut Yesus penderitaan sudah lumbrah, untuk itu penderitaan harus dialami karena bisa menjadi penguat dalam pelayanan. Karena seperti yang injil katakan bahwa yang kehilangan nyawanya, akan mendapatkan nyawanya.

Uskup Agustinus juga berbagi tips untuk mengakali beban hidup. Baginya beban hidup harus diakali agar terlepas dari masalah. Katakan saja bahwa “saya bangga karena boleh menyicipi sedikit penderitaan.”

Lanjut Uskup Agustinus; “Refleksi saya sendiri, kalau kita jatuh harus bangga untuk bisa bangkit lagi, dan itu menjadi cerita yang sangat baik. Berbahagialah kita kalau kita bisa mengalami penderitaan seperti banyak orang lain derita.”

Sambutan berbagai pihak juga terdengar dalam acara tersebut. Frater Ricky Setiawan Pabayo dari Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya untuk mendapatkan dukungan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Frater.

Rektor STT Pastor Bonus, Pastor William Chang OFMCap, mengingatkan para Frater untuk tetap berpegang pada cita-cita mereka meskipun dihadapkan pada tantangan, sebagaimana secuplik cerita yang ia bawakan tentang keteguhan cita-cita seorang anak, ia berharap juga para frater tetap teguh dalam menggapai cita-citanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X