PONTIANAKGLOBE.COM, MANADO -- Sulawesi Utara (Sulut) dapat menjadi inspirasi gerakan perdamaian bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia pada Tahun Politik 2023-2024.
Dengan budaya yang saling menghormati dan menghargai yang kental, Sulut dapat menjadi motor gerakan perdamaian bagi masyarakat di kota ataupun provinsi lain di Indonesia.
BACA JUGA: Terlalu Banyak Konsumsi Lemak, Ini Lima 5 Tandanya yang Kamu Harus Tahu
BACA JUGA: Tugas Ketua KPPS Pemilu 2024 Beserta Wewenang Kewajiban Sesuai PKPU Nomor 8 Tahun 2022
Demikian ditegaskan oleh Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI, AM Putut Prabantoro, kepada para pengurus ormas seluruh Sulut dalam acara Penyelenggara Rapat Fasilitasi Dan Pembinaan Penguatan Ideologi Kebangsaan Dan Wawasan Kebangsaan Melalui Kerjasama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI), di Kantor Badan Kesbangpol Sulut, Menado, Jumat 27 Januari 2023.
Hadir juga dalam acara tersebut Analis Kebijakan Ditjen Polpum Kemendagri Prayogo Heri Cahyono, Kepala Badan Kesbangpol Sulut, R Ferry Sangian, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara Meidy Tinangon, Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulut, Zulkifli Densi.
Putut Prabantoro yang hadir mewakili Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, menegaskan bahwa saat ini wajah geopolitik dunia bergeser.
Dalam tiga tahun belakangan ini, dunia masuk dalam perubahan yang cepat dan berbeda dengan sebelumnya yang disebabkan beberapa faktor termasuk di antaranya, Covid-19, perang antara Ukraina dan Rusia yang langsung tidak dan langsung menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa termasuk Indonesia.
Indonesia menghadapi ancaman krisis dengan pergeseran geopolitik tersebut.
Bahkan menuju tahun 2045 saat Indonesia berusia 100 tahun atau tahun 2050 ketika penduduk dunia mencapai hampir 10 miliar, Indonesia akan menjadi target bagi negara-negara hegemoni yang mencari sumber pangan, air dan energi.
Selain itu, Indonesia juga menghadapi berbagai ancaman yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Ketidaksadaran bangsa Indonesia akan perubahan ini menempatkan Indonesia pada AGHT yang multi dimensi.
“Jika masyarakat tidak cepat menyadari perubahan tersebut, Indonesia akan berada dalam kondisi bahaya, krisis dan kritis. Ancaman, Gangguan, Tantangan dan Tantangan (AGHT) terhadap Indonesia sangat bervariasi dan Indonesia sudah pasti akan menghadapi target negara lain. Hal ini mengingat Indonesia kaya akan banyak hal. Dan politik 2023-2024 serta pemilu 2024 akan menentukan perjalanan bangsa dan negara Indonesia dalam keberhasilannya mencapai 2045 atau 2050,“ ujar Putut Prabantoro.
Artikel Terkait
Bersama STKIP Melawi IKIP PGRI Pontianak Adakan FGD Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum Merdeka
Waasops Panglima TNI Pimpin Pertemuan Bilateral United States-Indonesia Dalam Rangka Diskusi Pertahanan
PLN Gandeng TNI Petakan Strategi Wilayah Untuk Kejar Target Desa Berlistrik di Seluruh Pelosok Negeri
Jangan Ragukan Sinergitas TNI-Polri Jaga NKRI! Kapolri dan Panglima TNI Disematkan Baret Merah Kopassus