Dalam kesempatan ini Kepala KPU Provinsi Sulawesi Utara, Meidy Tinangon, memaparkan Pemilu yang di dalamnya ada persatuan dan konflik merupakan sarana pemilu berwawasan nusantara yang mengutamakan persatuan memiliki tantangan paten, yaitu Konflik;" jelas Meidy Tinangon.
“Pada prinsipnya pemilu merupakan sarana konflik yang terlembaga. Disebut sarana konflik, karena adanya rivalitas dan kompetisi dalam perebutan kekuasaan Eksekutif maupun Legislatif. Pengalaman polarisasi bangsa disaat pemilu hingga pasca pemilu diharapkan dapat diantisipasi melalui kerjasama dengan seluruh komponen bangsa termasuk Ormas, pemilu yang kondusif," ujar Meidy Tinangon.
Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Zulkifli Densi, menjelaskan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Sulut mendapat peringkat kedua di Indonesia.
Ia berharap bahwa jika ada sengketa yang muncul dalam pemilu, hendaknya diselesaikan dengan bukti. Masyarakat diminta untuk melapor jika tindak kecurangan peserta pemilu disertai dengan bukti. ***
Artikel Terkait
Bersama STKIP Melawi IKIP PGRI Pontianak Adakan FGD Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum Merdeka
Waasops Panglima TNI Pimpin Pertemuan Bilateral United States-Indonesia Dalam Rangka Diskusi Pertahanan
PLN Gandeng TNI Petakan Strategi Wilayah Untuk Kejar Target Desa Berlistrik di Seluruh Pelosok Negeri
Jangan Ragukan Sinergitas TNI-Polri Jaga NKRI! Kapolri dan Panglima TNI Disematkan Baret Merah Kopassus