PONTIANAKGLOBE.COM - Kasus 7 anggota Ditsabhara Polda Sumut yang menyerang RS Bandung di Medan, mengeroyok serta menganiaya seorang perawat bernama Wanda dan satpam masih didalami Propam Polda Sumut.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan saat ini pemeriksaan masih terus berlangsung.
Kelima polisi yang berpangkat bintara tersebut saat kejadian diduga usai mengkonsumsi miras.
"Kita berupaya menyelesaikan permasalahannya sampai tuntas.
Bagi (oknum) yang bersalah tentunya secara organisasi diberikan tindakan sesuai dengan kesalahan," kata Hadi.
Peristiwa berawal saat pelaku Bripda Tito dan 3 teman wanitanya, Ayu perawat RS Bandung, lalu DB, dan IT yang merupakan seorang mahasiswi, nongkrong di sebuah kafe, Sabtu 5 November 2022.
Mereka minum alkohol di hingga Minggu dini hari.
Baca Juga: Ferdy Sambo Sekonyong-konyong Minta Maaf kepada Para Mantan Ajudannya. Apa Sebabnya?
Setelah puas pesan miras, mereka memesan dua kamar di sebuah hotel karena IT dan Ayu mabuk, keduanya lalu di tempatkan di kamar yang sama.
Tujuannya agar tidak membuat onar, Bripda Tito lalu mengunci keduanya dari luar.
Merasa tidak senang, Ayu menelepon sekuriti RS Bandung dan perawat bernama Wanda.
Mereka lalu datang ke hotel tempat Ayu dan IT dikunci.
Saat hendak mengeluarkan IT dan Ayu, korban sempat cek-cok dengan Bripda Tito.
Lalu korban menyebut Bripda Tito sebagai seorang security.
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pemeran Video Porno Kebaya Merah di Satu Kos di Surabaya
Artikel Terkait
Panik dan Salah Injak Pedal Gas, Berikut Kronologi Anggota TNI dan Istri Tewas Ditabrak Putri Kandung
Sempat Teriak “Mama” Tiga Kali, Berikut Kronologi Penusukan Anak Pulang dari Mengaji di Cimahi
Begini Kronologi Wanita Bercadar yang Nekat Terobos Istana Sambil Bawa Pistol Jenis FN
Kronologi Tragedi Perayaan Halloween di Itaewon Korea Selatan, Sesak dan Saling Injak
Kronologi Kisah Heroik 3 Tentara AS yang Selamatkan Korban Itaewon
Kronologi Konser NCT 127 Dihentikan oleh Panitia dan Kepolisian. Penggemar Nangis Histeris